faktakalbar

Gelisah Bahagia? Ini 5 Alasan Kenapa Kita Sulit Tidur Jelang Bertemu Keluarga

Penulis: Redaksi Friday, 19 December 2025 📖 2 menit
Gelisah Bahagia? Ini 5 Alasan Kenapa Kita Sulit Tidur Jelang Bertemu Keluarga
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Pernahkah Anda mengalami situasi ini: Koper sudah rapi, tiket perjalanan sudah di tangan, dan besok adalah hari keberangkatan untuk pulang menemui keluarga. Namun, saat tubuh dibaringkan, mata justru menolak untuk terpejam hingga dini hari. Padahal tubuh terasa lelah setelah berkemas, tetapi pikiran justru melayang kemana-mana. Tenang, Anda tidak sendirian. Fenomena ini sangat umum dialami oleh para perantau atau siapapun yang menantikan momen besar. Baca Juga:  Lagi Homesick? Ini 5 Film Terbaik yang Ampuh Obati Rasa Kangen Rumah Kondisi ini sering disebut sebagai Pre-trip Insomnia atau kecemasan pra-perjalanan. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh dan otak kita saat mendekati hari bahagia tersebut? Berikut 5 alasannya: 1. Lonjakan Adrenalin dan Dopamin (Eustress) Stres tidak selamanya buruk. Ada yang disebut Eustress, yaitu stres positif yang muncul karena perasaan gembira atau antusiasme berlebihan. Saat Anda membayangkan pelukan orang tua atau masakan ibu yang sudah lama dirindukan, otak melepaskan hormon dopamin dan adrenalin. Hormon ini membuat jantung berdetak sedikit lebih cepat dan otak menjadi sangat waspada. Akibatnya, tubuh menganggap Anda sedang dalam mode "siaga" dan sulit untuk masuk ke fase rileks yang dibutuhkan untuk tidur. 2. Otak Sibuk Memutar Skenario ( Visualizing ) Saat rindu memuncak, otak cenderung memproyeksikan masa depan. Tanpa sadar, Anda mulai menyusun skenario pertemuan: "Nanti sampai bandara jam berapa ya?", "Apa kalimat pertama yang mau diucapkan?", atau "Oleh-olehnya cukup tidak ya?". Aktivitas mental yang intens ini membuat gelombang otak tetap berada di frekuensi Beta (sadar penuh), sehingga sulit turun ke frekuensi Alpha atau Theta yang dibutuhkan untuk terlelap. 3. Kecemasan Logistik ( Travel Anxiety ) Meskipun bahagia, ada kecemasan bawah sadar terkait teknis perjalanan. Ketakutan seperti terlambat bangun, ketinggalan pesawat/kapal, barang tertinggal, atau kemacetan di jalan sering kali menghantui. Otak secara tidak sadar tetap "menjaga" Anda agar tidak tidur terlalu nyenyak demi memastikan Anda bangun tepat waktu. 4. Perubahan Rutinitas Mendadak Menjelang hari kepulangan, biasanya rutinitas kita berubah. Mungkin Anda begadang untuk packing (berkemas), menyelesaikan pekerjaan kantor yang menumpuk agar bisa cuti dengan tenang, atau makan malam lebih larut. Gangguan pada ritme sirkadian (jam biologis tubuh) ini membuat tubuh bingung kapan harus memproduksi hormon melatonin (hormon tidur). 5. Beban Ekspektasi Bertemu keluarga setelah sekian lama sering kali membawa beban ekspektasi . Ada keinginan agar pertemuan berjalan sempurna tanpa cacat. Bagi sebagian orang, ada juga rasa gugup menghadapi pertanyaan-pertanyaan khas keluarga besar. Campuran antara rasa rindu dan sedikit rasa gugup ini menciptakan ketegangan otot yang menghambat tidur nyenyak. Tips Singkat: Jika ini terjadi, jangan memaksa diri untuk tidur karena justru akan membuat semakin stres. Cobalah lakukan teknik pernapasan 4-7-8, jauhkan ponsel (karena blue light menghambat melatonin), dan yakinkan diri bahwa "Segala persiapan sudah selesai, saatnya istirahat untuk hari esok yang indah." Baca Juga:  Rasa Rindu di Setiap Sendok: 5 Masakan Mama yang Cocok untuk Mengobati Homesick (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK