faktakalbar

Gema Sholawat dan Takbir di Jantung Kota, Ribuan Umat Bersatu di Maulid Akbar Pontianak

Penulis: Redaksi Monday, 06 October 2025 📖 2 menit
Gema Sholawat dan Takbir di Jantung Kota, Ribuan Umat Bersatu di Maulid Akbar Pontianak
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Jalan Gajah Mada, Pontianak, berubah menjadi lautan manusia pada Minggu malam (5/10/2025). Puluhan ribu masyarakat dari berbagai kalangan tumpah ruah untuk menghadiri acara Haul ke-114 Habib Muhammad bin Abdullah Al Muthahar yang dirangkai dengan Peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW. Baca Juga: Ribuan Jamaah Padati Salat Subuh Bersama Ustadz Abdul Somad di Sukadana Acara yang juga menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Pontianak ke-254 ini semakin istimewa dengan kehadiran penceramah kondang asal Riau, Tuan Guru Ustadz Abdul Somad (UAS). Turut hadir dalam agenda akbar ini sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama istri yang juga Bupati Mempawah, Erlina. Tampak pula Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, beserta jajaran Forkopimda Kalbar. Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad mengajak seluruh jemaah untuk mengambil hikmah mendalam dari peringatan Maulid Nabi dan Haul ulama besar tersebut. Menurutnya, acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah momentum untuk meneguhkan kembali cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, sekaligus mempererat persatuan di tengah keberagaman. Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Letakkan Batu Pertama Insan Qur’an Center Ketapang UAS menyoroti bagaimana seorang ulama yang telah lama wafat masih mampu mengumpulkan ribuan orang dalam kebaikan. “Beliau (Habib Muhammad bin Abdullah Al-Muthahar) sudah wafat 114 tahun yang lalu, tapi masih dikenang dan bisa mengumpulkan ribuan orang. Itu tanda bahwa beliau adalah wali Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar UAS di hadapan puluhan ribu jemaah. Kehadiran massa dari berbagai latar belakang, suku, dan agama dalam acara Maulid Akbar di Pontianak ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Kalbar, khususnya Pontianak, hidup rukun dan tidak mudah terprovokasi oleh isu perpecahan. “Kita di Pontianak membuktikan bahwa fitnah-fitnah di internet tidak mampu memecah belah kita. Malam ini bukan hanya umat Islam, tapi seluruh masyarakat datang dengan penuh cinta dan kebersamaan,” tuturnya yang disambut gemuruh takbir dari para jemaah. Lebih lanjut, UAS menguraikan tiga pelajaran penting yang bisa dipetik dari perhelatan mulia ini. Pertama, hanya Allah SWT yang memiliki kuasa untuk menggerakkan hati manusia. “Orang kaya tidak bisa memaksa orang datang, pejabat tidak bisa memerintahkan orang berkumpul. Yang datang malam ini karena Allah yang menggerakkan,” kata UAS. Kedua, amal saleh dan ketulusan akan selalu dikenang abadi melintasi zaman, meskipun seseorang telah tiada. “Habib Muhammad bin Abdullah Al Muthahar tidak punya media sosial, tidak punya televisi, tapi namanya tetap harum dan dikenal hingga kini. Ini bukti cinta umat yang tak lekang oleh waktu,” ucapnya. Ketiga, nilai sejati seseorang sering kali terlihat dari warisan kebaikan yang ditinggalkannya setelah wafat. “Jangan menilai orang ketika masih hidup, karena bisa jadi amalnya baru tampak setelah dia tiada,” pungkasnya. Dengan berakhirnya acara ini, Pontianak sekali lagi menegaskan citranya sebagai kota yang menjunjung tinggi kerukunan. Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Akan Pimpin Gema Shalawat di Jantung Kota Pontianak Lautan manusia yang memadati Jalan Gajah Mada menjadi saksi bisu bahwa pesan cinta dan kebersamaan yang disampaikan UAS benar-benar hidup di hati masyarakat Kalimantan Barat. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK