Gemas tapi Tangguh: 5 Fakta Mengejutkan Wombat yang Jarang Orang Tahu
Faktakalbar.id, LIFESTYLE
— Jika berbicara soal hewan asli Australia, mungkin Koala dan Kanguru yang pertama kali terlintas di benak Anda.
Namun, ada satu lagi marsupial (hewan berkantung) yang tak kalah ikonik:
Wombat
.
Sekilas, wombat terlihat seperti beruang teddy pendek yang gemuk, lambat, dan menggemaskan.
Namun, jangan tertipu oleh penampilannya yang
chubby
.
Baca Juga:
Fakta Wombat: Menggunakan Bokong untuk Bertahan, Kawin, dan Melawan Predator
Hewan ini menyimpan serangkaian kemampuan biologis yang sangat aneh bahkan ajaib yang membuat para ilmuwan geleng kepala.
Mulai dari bentuk kotoran yang tidak masuk akal hingga "senjata rahasia" di bagian belakang tubuhnya, berikut adalah fakta mencengangkan tentang wombat.
1. Satu-satunya Hewan dengan Kotoran Berbentuk Kubus
Ini adalah fakta paling terkenal sekaligus paling membingungkan tentang wombat.
Wombat adalah satu-satunya spesies di dunia yang mengeluarkan kotoran berbentuk kubus (kotak sempurna), bukan bulat atau lonjong.
Kenapa bisa begitu?
Usus wombat memiliki elastisitas yang tidak seragam. Di bagian akhir usus, dindingnya berkontraksi sedemikian rupa untuk memeras cairan hingga kering, mencetak feses menjadi balok-balok padat.
Apa fungsinya?
Wombat memiliki penglihatan yang buruk, jadi mereka menandai wilayah menggunakan bau kotoran. Bentuk kubus mencegah kotoran tersebut menggelinding jatuh saat diletakkan di atas batu atau batang pohon. Cerdas, bukan?
2. Punya "Bokong Besi" untuk Pertahanan Diri
Wombat tidak punya cakar tajam seperti beruang atau taring seperti singa.
Senjata utama mereka justru ada di bagian belakang. Bokong wombat sebagian besar terdiri dari tulang rawan yang sangat keras, tebal, dan alot.
Saat dikejar
predator
(seperti Dingo), wombat akan lari masuk ke lubang dan menyumbat pintu masuk dengan bokongnya.
Jika predator nekat memasukkan kepala ke lubang, wombat bisa menggunakan kaki belakangnya yang kuat untuk menghancurkan tengkorak predator tersebut ke atap lubang.
Bokong ini juga nyaris tidak mempan digigit.
3. Kantung yang Menghadap ke Belakang
Berbeda dengan kanguru yang kantungnya menghadap ke depan (atas), kantung bayi wombat menghadap ke belakang (ke arah pantat).
Ini adalah adaptasi evolusi yang brilian.
Wombat adalah hewan penggali tanah.
Jika kantungnya menghadap ke depan, kantung itu akan penuh dengan tanah dan kotoran saat sang ibu menggali lubang, yang tentu akan membahayakan bayi di dalamnya.
Dengan menghadap ke belakang, bayi wombat tetap bersih dan aman.
4. Pelari Cepat Jarak Pendek
Jangan remehkan tubuhnya yang terlihat gemuk dan pendek. Saat merasa terancam, wombat bisa berubah menjadi "torpedo" berbulu.
Wombat dapat berlari dengan kecepatan hingga 40 km/jam!
Kecepatan ini setara dengan lari atlet
olimpiade
manusia.
Namun, mereka hanya bisa mempertahankan kecepatan ini untuk jarak pendek (sprint) guna melarikan diri ke liang terdekat.
5. Metabolisme Super Lambat
Wombat adalah ahli efisiensi energi. Karena diet mereka terdiri dari rumput, akar, dan kulit kayu yang sulit dicerna, mereka butuh waktu sangat lama untuk memproses makanan.
Dibutuhkan waktu sekitar 14 hingga 18 hari bagi wombat untuk mencerna satu kali makan sepenuhnya.
Metabolisme yang lambat ini membantu mereka bertahan hidup di lingkungan yang kering dan panas tanpa perlu minum banyak air.
Wombat mengajarkan kita untuk tidak menilai buku dari sampulnya.
Di balik wajahnya yang innocent dan tubuhnya yang gempal, tersimpan adaptasi alam yang luar biasa tangguh.
Jadi, jika Anda kebetulan melihat wombat di alam liar, nikmatilah keimutannya dari jauh, dan hati-hati dengan lari cepatnya!
Baca Juga:
Skandal Pajak Terulang! KPK Angkut 8 Orang di Jakut, Modus Lama “Jual Beli” Nilai Pajak Masih Subur
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.