faktakalbar

Gempa NTT dan Dampaknya pada Denyut Wisata di Flores

Faktakalbar.id - Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) berdampak pada sejumlah fasilitas pariwisata, termasuk hotel, homestay dan tempat wisata.

Penulis: Natash Wednesday, 19 August 2026 📖 2 menit
Gempa NTT dan Dampaknya pada Denyut Wisata di Flores
Gempa M7,7 di NTT berdampak pada hotel, homestay dan destinasi wisata di Flores, sementara aktivitas pariwisata Labuan Bajo mulai kembali normal. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) berdampak pada sejumlah fasilitas pariwisata, termasuk hotel, homestay dan tempat wisata.

Pendataan sementara menunjukkan sejumlah akomodasi mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda di beberapa wilayah di Flores.

Berdasarkan hasil asesmen sementara, terdapat 10 hotel yang mengalami kerusakan ringan dan dua hotel mengalami kerusakan berat.

Sementara itu, tujuh hotel lainnya dilaporkan tidak mengalami kerusakan akibat gempa.

Salah satu hotel yang mengalami kerusakan berat berada di Kabupaten Nagekeo.

Kerusakan juga ditemukan pada sejumlah penginapan jenis homestay di Kabupaten Manggarai.

Sebanyak lima bangunan homestay tercatat mengalami kerusakan ringan, sedangkan tiga bangunan lainnya mengalami kerusakan berat.

Selain akomodasi, pendataan juga dilakukan terhadap sejumlah daya tarik wisata (DTW) yang terdampak gempa.

Hasil pendataan sementara menunjukkan delapan DTW mengalami kerusakan ringan.

Meski terdapat kerusakan di sejumlah lokasi, mayoritas wisatawan dilaporkan berada dalam kondisi aman.

Aktivitas pariwisata di sejumlah destinasi utama juga telah kembali berjalan, termasuk kawasan Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat.

Akses pelayaran menuju kawasan tersebut telah dibuka kembali setelah sebelumnya dilakukan penyesuaian akibat gempa.

Pada Minggu (16/8/2026), sebanyak 308 kapal wisata tercatat berangkat dari Labuan Bajo dengan membawa 3.651 penumpang.

Jumlah tersebut terdiri dari 811 wisatawan domestik dan 2.840 wisatawan mancanegara.

Aktivitas Pelabuhan Marina Labuan Bajo juga dilaporkan berjalan normal setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi pascagempa.

Namun, tidak semua destinasi wisata di Flores sudah dibuka untuk umum.

Sejumlah destinasi masih ditutup sementara, antara lain Goa Rangko di Kabupaten Manggarai Barat, Waerebo di Kabupaten Manggarai dan Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende.

Penutupan dilakukan sambil menunggu pemeriksaan terhadap kondisi destinasi dan infrastruktur pendukung.

Kementerian Pariwisata bersama pemerintah daerah dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores masih melakukan pendataan serta verifikasi kerusakan di sejumlah wilayah.

Pemeriksaan juga terkendala di beberapa lokasi yang mengalami gangguan jaringan listrik dan telekomunikasi.

Informasi mengenai pembukaan kembali destinasi akan diperbarui berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi keamanan di lapangan.

Wisatawan yang berada atau hendak berkunjung ke wilayah terdampak diminta mengikuti arahan petugas dan memantau informasi terbaru dari pemerintah daerah.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK