Gerai McDonald's Pontianak Segera Buka, Keterlibatan PT Telkom Kalbar Tuai Polemik dan Kritik Keras
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Kehadiran restoran cepat saji ternama,
McDonald's
, di jantung Kota Pontianak sebentar lagi akan menjadi kenyataan.
Berlokasi strategis di Jalan Jenderal Ahmad Yani, tepat di sebelah Warung Kopi Asiang yang legendaris, bangunan gerai ini telah rampung sejak November 2024 dan kini tengah dalam tahap penyelesaian interior sebelum resmi dibuka untuk umum.
Namun, rencana pembukaan gerai McDonald's Pontianak ini tidak berjalan mulus tanpa sorotan.
Baca Juga:
Tiga Saksi Dugaan Kasus Korupsi PT Telkom Diperiksa KPK
Di tengah antusiasme sebagian warga, muncul polemik tajam yang mengarah pada pengelola franchise, yang disebut-sebut adalah
PT Telkom Kalimantan Barat
(Kalbar).
Keterlibatan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam bisnis ini menjadi pusat perdebatan.
Kontroversi ini semakin memanas lantaran citra McDonald's yang di tingkat global menjadi salah satu target utama gerakan boikot.
Merek ini diduga kuat terafiliasi dengan dukungan terhadap militer Israel (IDF) dalam agresi yang terus berlangsung di Gaza, Palestina.
Hal ini memicu kritik keras dari berbagai kalangan yang menilai langkah PT Telkom Kalbar tidak etis dan menyimpang dari mandat utamanya.
Sebagai perusahaan negara di sektor telekomunikasi, PT Telkom Kalbar dinilai seharusnya memprioritaskan tugasnya untuk memperkuat dan memperluas konektivitas digital di wilayah tersebut, bukan melakukan ekspansi ke bisnis makanan cepat saji yang sarat akan isu kemanusiaan.
Baca Juga:
Telkom Dukung Digitalisasi Bank Kalbar untuk Percepat Inklusi Keuangan
Presiden Mahasiswa se-Universitas Tanjungpura (UNTAN), Najmi Ramadhan, menjadi salah satu suara yang paling vokal dalam mengkritik langkah PT Telkom Kalbar.
Ia memandang keputusan ini sebagai sebuah penyimpangan yang krusial dari fungsi utama BUMN strategis tersebut.
“Seharusnya PT Telkom bermitra untuk sesegera mungkin membangun konektivitas akses jaringan internet di Kalimantan Barat. Peran dan fungsinya sebagai BUMN strategis adalah membantu masyarakat mendapatkan akses jaringan. Tapi justru terlihat terang benderang, di jantung Kota Pontianak, PT Telkom Kalbar malah sibuk berbisnis dengan salah satu gerai McDonald’s yang hari ini mendukung genosida di Gaza. Hal ini sangat miris. Kecenderungan PT Telkom Kalbar tidak terfokus pada bagaimana mengembangkan platform digital penunjang kebutuhan yang ada di Kalimantan Barat,” ujar Najmi.
Menanggapi polemik yang berkembang, pihak PT Telkom Kalbar akhirnya angkat bicara.
Saat dikonfirmasi mengenai dugaan bahwa gerai McDonald's Pontianak tersebut merupakan anak perusahaan Telkom, General Manager PT Telkom Kalimantan Barat, Tedi, memberikan bantahan singkat.
“Kalau McDonald bukan anak perusahaan Telkom, Pak,” jawab Tedi singkat saat dihubungi oleh Fakta Kalbar.
Meskipun demikian, jawaban tersebut belum sepenuhnya memadamkan tanda tanya publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari PT Telkom Kalbar mengenai bentuk pasti hubungan bisnis atau kemitraan mereka dengan gerai McDonald's tersebut.
Baca Juga:
Kejagung Tahan 6 Tersangka Korupsi PT Graha Telkom Sigma
Ketika ditanya lebih jauh mengenai kemungkinan keterlibatan dirinya secara personal dalam pengelolaan gerai, Tedi memilih untuk tidak memberikan respons lebih lanjut.
(GG)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.