faktakalbar

Solar Subsidi Dikuasai Mafia, Sopir Truk Geram,Siapkan Demo Besar ke Pertamina

Penulis: Redaksi Wednesday, 15 October 2025 📖 2 menit
Solar Subsidi Dikuasai Mafia, Sopir Truk Geram,Siapkan Demo Besar ke Pertamina
FaktaKalbar.id, PONTIANAK - Ratusan sopir truk Kalimantan Barat akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada Kamis, (16/10/25) nanti, menuntut keadilan dalam distribusi BBM bersubsidi jenis solar. Aksi ini disebut sebagai bentuk protes terhadap praktik monopoli dan dugaan permainan oleh oknum dalam penyaluran solar subsidi di daerah tersebut. Koordinator aksi, Ali, mengatakan kepada Fakta Kalbar pada Selasa,(14/10), bahwa demonstrasi akan dipusatkan di Bundaran Alianyang , Pontianak, sebelum massa bergerak menuju kantor Pertamina Kalimantan Barat di Jalan Sutoyo. “Kami akan berkumpul di Bundaran Alianyang untuk menagih janji Setda Kalbar yang dulu berkomitmen menyelesaikan persoalan solar subsidi. Tapi sampai hari ini tak ada perubahan,” ujar Ali. Menurut Ali, sebanyak 500 sopir truk akan terlibat dalam aksi tersebut dengan menurunkan 300 unit kendaraan truk. Para sopir juga akan melakukan mogok operasi sebagai bentuk protes terhadap sulitnya mendapatkan solar subsidi selama bertahun-tahun. “Kami mogok total. Tidak akan menjalankan truk untuk memenuhi kebutuhan distribusi barang di Kalimantan Barat. Kami sudah capek, suara kami tak pernah didengar,” tegasnya. Ali menuding ada praktik monopoli dalam distribusi solar subsidi oleh kelompok tertentu, termasuk oknum dari Hiswana Migas. Baca Juga:   Manajemen SPBU Lintang Batang Bantah Isu Mafia Migas Subsidi: “Insiden Murni Kecelakaan Teknis, Bukan Perebutan Solar” Ia menyebut, Pertamina Kalbar diduga mengetahui dan membiarkan penyimpangan ini terjadi dibanyak SPBU. “Masalah utama ada di Pertamina. Mereka membiarkan SPBU mengalihkan solar subsidi ke pengusaha-pengusaha ilegal. Bahkan ada solar yang tak masuk ke SPBU, tapi langsung ke gudang-gudang siluman untuk industri tambang dan perkebunan ilegal,” katanya. Para sopir mengaku sering kali harus membeli solar diatas harga resmi, bahkan mencapai Rp9.000 hingga Rp10.000 per liter, hanya untuk bisa tetap beroperasi. Tak jarang mereka harus antre semalaman di SPBU untuk mendapatkan jatah bahan bakar. Jika tuntutan mereka tak dipenuhi, Ali mengancam aksi mogok akan dilanjutkan tanpa batas waktu. Dampaknya, distribusi logistik ke sejumlah wilayah seperti Pantura, Sintang, hingga Kapuas Hulu akan terganggu dan berpotensi membuat pasokan barang ke Kota Pontianak lumpuh. Baca Juga:   Diduga untuk Tambang Ilegal, Sopir Truk di Sekadau ‘Dikorbankan’ SPBU Rawak “Kami mohon maaf kepada masyarakat Kalimantan Barat. Aksi ini bukan sekadar untuk kepentingan sopir, tapi juga demi menekan biaya angkutan agar harga barang di pasar bisa kembali terjangkau,” kata Ali. Para sopir berharap Pertamina segera turun tangan dan menertibkan praktik penyelewengan BBM subsidi agar distribusi kembali lancar dan harga bahan pokok di pasaran tidak semakin membebani masyarakat. (rds)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK