faktakalbar

Gerindra Kalbar Kirim Signal Politik: Tolak Budi Arie, Tegaskan Partai Harus Jaga Barisan Perjuangan, Bukan Konsesi Politik

Penulis: Redaksi Saturday, 08 November 2025 📖 2 menit
Gerindra Kalbar Kirim Signal Politik: Tolak Budi Arie, Tegaskan Partai Harus Jaga Barisan Perjuangan, Bukan Konsesi Politik
Faktakalbar.id, KALIMANTAN BARAT - Sebuah Signal Politik serius dilayangkan dari bumi Kalimantan Barat ke panggung politik Nasional. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Kalimantan Barat, didukung mutlak oleh 14 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten/Kota , secara tegas menolak rencana masuknya Budi Arie Setiadi ke dalam barisan partai. Sikap ini bukan sekadar penolakan personal, melainkan upaya strategis untuk menjaga warisan perjuangan dan etika politik Gerindra. Ketua DPD Gerindra Kalimantan Barat, Yuliansyah , dalam keterangan, Jumat (7/11/2025), menegaskan bahwa keputusan kolektif ini adalah pertahanan moral partai dari potensi ' Kutukan Kemenangan' yang kerap menghinggapi partai politik pasca-kekuasaan. Gerindra Bukan untuk Konsesi Politik Yuliansyah secara argumentatif memposisikan penolakan ini sebagai manifesto ideologis yang menolak budaya politik transaksional dan konsesi politik saja. Baca Juga:   DPD Gerindra Beserta 14 DPC Kabupaten/Kota Se-Kalimantan Barat Kompak Tolak Budi Arie Gabung Gerindra, Tegaskan Partai Bukan Tempat Parkir Oportunis! “Kami sudah melihat partai-partai lain tergerus integritasnya setelah meraih puncak kekuasaan karena terlalu mudah menerima figur yang datang hanya karena momentum. Gerindra di Kalbar tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Kami mengirimkan pesan politik ini: Gerindra harus menjaga warisan perjuangan, bukan demi konsesi politik atau hitungan sesaat” tegas Yuliansyah. Menurut Yuliansyah , inti dari penolakan yang didukung penuh 14 DPC ini adalah untuk menghormati proses kaderisasi yang berjalan sistematis dan usaha kolektif kader lama. Para kader yang telah teruji dalam masa sulit, kata dia, adalah aset tak ternilai. “Partai kami berdiri di atas upaya kolektif, bukan janji kekuasaan praktis. Ada kader-kader yang mengorbankan segalanya, bahkan saat situasi sulit. Mereka adalah standar kami, kami menolak figur yang baru muncul dengan membawa loyalitas instan pasca-kemenangan. Tugas DPD dan DPC adalah melindungi integritas partai dari oportunisme yang hanya mencari tempat nyaman di bawah naungan kekuasaan.” Baca Juga:  Ria Norsan Resmi Bergabung ke Partai Gerindra, Perkuat Basis Politik di Kalbar Penolakan dari seluruh pimpinan Gerindra se-Kalimantan Barat ini menandakan penegasan bahwa garis ideologi perjuangan lebih diutamakan daripada potensi keuntungan politik yang bersifat sementara. Ini adalah pernyataan bahwa Gerindra harus tetap menjadi rumah para pejuang di internal Partai, bukan wadah bagi mereka yang mengejar keuntungan di akhir pertandingan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK