Gibran Bikin Kejutan, Mampu Menghadapi Mahfud dan Menohok Muhaimin
Diluar dugaan banyak pihak, sosok Cawapres Gibran Rakabuming Raka seakan ,meluncur bak roket tak terduga meledak menghadapi debat Cawapres yang digelar KPU baru-baru ini.Banyak pihak menyimpulkan, Gibran mampu meladeni Mahfud bahkan menohok keras Muhaimin.
Salah seorang pengamat politik memberikan tanggapan atas penampilan Gibran tersebut, adalah Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayinto menilai penampilan Gibran Rakabuming Raka di debat cawapres perdana di luar dugaan publik. Sebab, Gibran dinilai mampu menghadapi dan menjawab dalam debat secara santai. Demikian dilansir faktakalbar.id dari detik.
"Ini saya kira serangan pertama dari Mahfud Md kepada Gibran Rakabuming Raka, begitupun sebaliknya Muhaimin sebenarnya ingin mengkritik Gibran. Terkait dengan IKN yang anggarannya besar tapi tidak digunakan untuk membangun masyakat sekitar. Tapi Gibran menjawabnya dengan santuy," kata Adi dalam acara Adu Perspektif Spesial Debat Pilpres 2024 di gedung Kemenpora, Jumat (22/12).
Adi mengulas sentil Gibran kepada Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang ikut tumpengan di IKN Nusantara, namun sekarang mengkritik. Menurut Adi penampilan seluruh cawapres bagus, namun Gibran dapat perhatian lebih.
Balas Cak Imin soal Investasi, Gibran Bawa-bawa ICOR dan UMKM Naik Kelas
"Bagi saya, ini sebagai sebuah tonton, ini mantap, dan rasa-rasanya bagi saya semua kandidat overall luar biasa menguasai substansi. Tapi yang paling top sebenarnya melihat Gibran Rakabuming Raka, ini di luar dugaan orang," ujar Adi.
Menurut Adi, Cak Imin dan Mahmud Md sudah terbiasa dengan debat di publik. Sehingga, Gibran yang dianggap jarang berdebat dinilai di luar dugaan menghadapi Mahfud dan Cak Imin.
"Kalau Mahfud, Muhaimin, kan sudah biasa berdebat jadi nggak perlu keren-keren amat, kan sudah biasa. Karena ini Gibran jarang diskusi, jarang berdebat, di depan umum, tapi perform-nya malam ini di luar ekspetasi," imbuhnya.(rfk/ind)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.