faktakalbar

Gigi Berlubang Jangan Dianggap Sepele, Dokter RSUD SSMA Pontianak Ingatkan Bahayanya

Penulis: Redaksi Tuesday, 03 February 2026 📖 1 menit
Gigi Berlubang Jangan Dianggap Sepele, Dokter RSUD SSMA Pontianak Ingatkan Bahayanya
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Gigi berlubang atau karies gigi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa. Baca Juga:   Tingkatkan Disiplin, Propam Polsek Pontianak Timur Cek Kelengkapan Identitas Personel Sayangnya, kondisi ini kerap dianggap sepele dan hanya dihubungkan dengan rasa nyeri sesaat, padahal jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan mulut, Senin (02/02/2026). Menyikapi fenomena tersebut, dokter gigi Zhafirah Maulidya Sardi memberikan edukasi langsung kepada pasien dan pengunjung di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak. Ia menjelaskan bahwa karies gigi terjadi akibat kerusakan lapisan gigi yang disebabkan oleh bakteri sisa makanan, terutama yang mengandung gula. "Bakteri tersebut menghasilkan asam yang secara perlahan mengikis email gigi hingga terbentuk lubang," ujar Zhafirah. Menurutnya, pada tahap awal karies sering kali tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak orang tidak menyadari kondisi giginya sudah bermasalah. Namun, seiring berjalannya waktu, lubang gigi dapat membesar dan mencapai lapisan dalam gigi yang menyebabkan rasa ngilu, nyeri hebat, hingga infeksi. Baca Juga:   Kirim 15 Ton Jengkol Pontianak ke Jakarta, Karantina Pastikan Bebas OPTK Jika dibiarkan tanpa penanganan, karies dapat memicu abses gigi, pembengkakan, bau mulut, bahkan berisiko menyebarkan infeksi ke bagian tubuh lain. Dampaknya pun dirasakan berbeda pada setiap kelompok usia. "Pada anak-anak karies gigi juga dapat mengganggu proses makan, bicara dan tumbuh kembang. Sementara pada orang dewasa dan lansia dapat menyebabkan nyeri berkepanjangan, infeksi, hingga kehilangan gigi," imbuhnya. Dalam kesempatan tersebut, Zhafirah mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap perawatan gigi sejak dini. Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, menjaga pola makan sehat, serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin setiap enam bulan sekali. "Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak lagi meremehkan gigi berlubang dan mulai menerapkan pola hidup yang lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut," pungkasnya. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK