Gudang Diduga Oli Palsu Disegel Polda Kalbar, Masyarakat Menuntut Pengungkapan Pelaku Utama dan Jaringannya
Faktakalbar.id, KUBU RAYA
– Gudang penyimpanan oli yang diduga palsu di kawasan
Pergudangan Extra Joss
, Kabupaten Kubu Raya, kini resmi berada dalam penyidikan.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (
Ditreskrimsus
) Polda Kalimantan Barat telah memasang
police line
pada Senin (23/6), menyegel lokasi yang menjadi pusat peredaran ribuan liter diduga oli ilegal.
Penyegelan ini merupakan tindak lanjut resmi dari penggerebekan awal oleh satgas gabungan Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia (
BAIS TNI
), Badan Intelijen Negara (
BIN
),
Kejaksaan Tinggi Kalbar
, dan intelijen TNI Wilayah Kalbar pada Jumat (20/6) lalu.
Penggerebekan tersebut berhasil mengungkap ribuan botol oli berbagai merek yang terindikasi palsu, menciptakan kerugian besar bagi konsumen.
Baca Juga:
8 Kontainer Oli Dipindahkan Tergesa-gesa, Edi Cau Bantah Oli Mesran Pertamina yang Diedarkannya Palsu
Setelah menerima laporan resmi, Ditreskrimsus Polda Kalbar langsung mengambil alih penanganan kasus ini dan turun ke lokasi untuk memastikan seluruh proses hukum berjalan transparan dan akuntabel.
Kasus pemalsuan oli ini telah menjadi isu sentral yang menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan dan anggota DPRD Kota Pontianak.
Krisantus secara terbuka menyuarakan keprihatinannya atas dampak yang ditimbulkan.
"Kasihan masyarakat yang susah payah membeli kendaraan, bahkan kredit, harus menanggung kerugian akibat kerusakan mesin karena oli palsu,
" ucap Krisantus.
Tuntutan pengungkapan pelaku utama dan jaringan di balik peredaran oli palsu ini kini semakin menguat dari masyarakat Kalimantan Barat, terutama mereka yang telah menjadi korban dengan rusaknya kendaraan akibat penggunaan produk ilegal ini.
Baca Juga:
Wagub Krisantus Apresiasi Penggerebekan Gudang Oli Diduga Palsu Di Kubu Raya: Perputarannya Capai Rp85 Miliar
Di platform media sosial Faktakalbar.id, suara masyarakat menuntut keadilan.
Akun @mat menulis, "Usut tuntas sampai ke akar-akarnya, siapapun backing-nya harus dibongkar. Usut juga aliran dananya kemana saja mengalir. Ini kejahatan luar biasa karena korbannya masyarakat luas, apalagi nilai transaksinya ratusan miliar setiap bulannya."
Senada, akun @bhinn meluapkan kekesalannya, "Kalau memang betul oli palsu yang merusak mesin, miskin kan bosnya. Kami rakyat kecil sudah sakit, disakiti lagi."
Tekanan publik kini sepenuhnya berada di pundak
Polda Kalbar
. Masyarakat menaruh harapan besar agar aparat dapat bekerja cepat dan tanpa intervensi, mengungkap seluruh jaringan serta pelaku utama di balik bisnis ilegal yang merugikan jutaan rupiah, bahkan ratusan miliar setiap bulan ini. Mereka menuntut tidak ada perlindungan atau
"bekingan"
bagi siapa pun yang terlibat.
Saat ini, Polda Kalbar tengah fokus memeriksa barang bukti yang telah disita dan melacak secara menyeluruh aliran distribusi oli palsu tersebut.
Penyidik juga akan mendalami kemungkinan adanya keterlibatan oknum-oknum tertentu yang selama ini diduga melindungi praktik bisnis ilegal ini.
Faktakalbar.id
berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terbaru kepada publik.
(Dhn)
Tag:
#Pelaku Utama
#Satgas Gabungan
#Penyegelan
#Ditreskrimsus Polda Kalbar
#penggerebekan
#Media Online Kalbar
#Media Kalbar
#Krisantus Kurniawan
#FaktaKalbar.id
#Oli palsu
#Kubu Raya
#Polda Kalbar
#kalbar
#Masyarakat
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.