faktakalbar

Habis Penasaran Terbitlah Ilfeel? Ini Alasan Psikologis Kenapa Kamu Ilfil Saat Doi Balik Menyukai

Penulis: Redaksi Tuesday, 07 April 2026 📖 2 menit
Habis Penasaran Terbitlah Ilfeel? Ini Alasan Psikologis Kenapa Kamu Ilfil Saat Doi Balik Menyukai
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Pernahkah Anda merasa sangat bersemangat mengejar seseorang, memberikan perhatian penuh, hingga melakukan segala cara agar dia menoleh? Namun, anehnya, tepat saat orang tersebut mulai menunjukkan ketertarikan balik atau menyatakan perasaannya, Anda justru merasa dingin, kehilangan minat, bahkan merasa ilfeel ( ilfil ) seketika. Fenomena "habis penasaran, habis rasa" ini sering kali membuat pelakunya merasa bersalah atau bingung dengan diri sendiri. Dalam dunia psikologi, kondisi ini bukanlah hal yang aneh dan biasanya berkaitan erat dengan mekanisme pertahanan diri serta cara seseorang memandang sebuah tantangan. Berikut adalah alasan psikologis mengapa rasa ilfeel muncul saat pengejaran Anda membuahkan hasil: Baca Juga:  4 Tips Cerdas Mengatasi Rasa Ilfeel pada Orang yang Sok Akrab 1. Adiksi Terhadap Hormon Dopamin ( The Chase High ) Saat Anda mengejar seseorang yang sulit didapatkan, otak melepaskan hormon dopamin dalam jumlah besar. Ini adalah hormon yang memicu rasa senang, gairah, dan adrenalin akibat tantangan. Namun, begitu target tercapai dan "perburuan" selesai, kadar dopamin menurun drastis. Bagi sebagian orang, mereka sebenarnya bukan jatuh cinta pada orangnya, melainkan jatuh cinta pada sensasi "mengejar"-nya saja. 2. Gaya Kelekatan Menghindar ( Avoidant Attachment Style ) Secara psikologis, banyak orang memiliki gaya kelekatan avoidant . Mereka merasa nyaman mencintai seseorang dari jauh karena merasa aman. Namun, ketika orang tersebut mendekat dan menginginkan komitmen atau kedekatan emosional yang nyata, mereka merasa terancam dan ruang pribadinya terinvasi. Rasa ilfeel adalah mekanisme pertahanan otomatis untuk menjauhkan diri dari keintiman yang menakutkan bagi mereka. 3. Ekspektasi vs Realita yang Runtuh Saat mengejar, kita cenderung melakukan idealisasi atau membangun citra sempurna tentang orang tersebut di kepala kita. Begitu orang itu membalas perasaan kita, sosok "dewa" atau "dewi" yang kita puja mendadak terlihat sebagai manusia biasa dengan segala kekurangannya. Runtuhnya fantasi yang kita bangun sendiri inilah yang memicu rasa kecewa dan berujung pada hilangnya ketertarikan. 4. Masalah Harga Diri ( Self-Esteem ) Terdengar kontradiktif, namun ada teori yang menyebutkan bahwa orang yang langsung ilfeel saat disukai balik mungkin memiliki masalah dengan self-esteem . Secara bawah sadar, mereka berpikir, "Kalau orang sehebat dia bisa menyukai orang seperti aku, berarti dia tidak sekeren yang aku bayangkan." Hal ini membuat nilai orang tersebut jatuh di mata Anda karena ia "mau" dengan Anda yang merasa kurang percaya diri. 5. Takut Akan Tanggung Jawab Emosional Mengejar adalah proses yang satu arah dan bebas tanggung jawab. Namun, ketika cinta dibalas, muncul kewajiban baru: menjaga perasaan, berkomitmen, hingga menghadapi konflik. Bagi orang yang belum siap secara mental, beban tanggung jawab emosional ini terasa sangat berat dan menyesakkan, sehingga otak memberikan sinyal ilfeel sebagai pintu darurat untuk melarikan diri. Baca Juga:  Anti Cinta Lokasi? Ini Alasan Psikologis Kenapa Anda Sering Ilfeel pada Orang di Satu Ruang Lingkup (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK