faktakalbar

Hadapi Disrupsi Global, Mendiktisaintek Tekankan Penguatan Sains dan Teknologi

Penulis: Redaksi Monday, 27 April 2026 📖 2 menit
Hadapi Disrupsi Global, Mendiktisaintek Tekankan Penguatan Sains dan Teknologi
Faktakalbar.id, JAKARTA — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Mendiktisaintek ), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa upaya penguatan sains dan teknologi, sinergi lintas sektor, serta kolaborasi internasional merupakan elemen esensial bagi Indonesia dalam menghadapi disrupsi global yang semakin kompleks. Pernyataan strategis tersebut disampaikannya di Jakarta pada Minggu (26/4/2026). Baca Juga:  Tantangan AI dalam Dunia Pendidikan: Indonesia Tuntut Sistem Belajar Lebih Adaptif Brian menyoroti bahwa dunia saat ini tengah menghadapi berbagai dinamika global yang penuh dengan ketidakpastian. Situasi fluktuatif ini dinilai memberikan dampak langsung pada berbagai sektor vital negara, mulai dari sektor perdagangan, kebijakan impor, ketahanan energi, hingga stabilitas rantai pasok secara keseluruhan. Dalam merespons konteks ketidakpastian tersebut, Indonesia dinilai sudah memiliki posisi tawar yang cukup kuat. Meski demikian, pemerintah tetap dituntut untuk terus memperkuat tingkat kesiapan nasional agar bangsa ini mampu merespons setiap perubahan global secara cepat, terukur, dan strategis. "Kita tetap harus menghadapi situasi ini dan tentu saja teknologi serta pengembangan ilmu pengetahuan akan menjadi fondasi yang sangat penting dalam pembangunan kita ke depan," kata Brian Yuliarto. Mendiktisaintek menekankan bahwa deretan tantangan global tersebut tidak akan cukup jika hanya dijawab melalui respons dan kebijakan yang bersifat jangka pendek. Indonesia memiliki urgensi untuk segera membangun fondasi jangka panjang yang kokoh. Fondasi tersebut harus diwujudkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, penciptaan inovasi teknologi, serta transformasi struktural yang terbukti mampu memperkuat daya tahan nasional di berbagai bidang. Langkah strategis ini dinilai selaras dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Kepala negara secara khusus telah memberikan perhatian yang sangat besar pada upaya penguatan kemandirian strategis nasional, terutama dengan memfokuskan pada sektor-sektor krusial yang dinilai masih rentan terhadap guncangan eksternal, termasuk sektor energi. Bagi jajaran Kemdiktisaintek, eksekusi program penguatan sains dan teknologi menjadi bagian tidak terpisahkan dalam upaya konkret menjawab tantangan global tersebut. Ekosistem pendidikan dan riset dituntut harus mampu memberikan dampak dan solusi langsung bagi kemajuan kemandirian negara. "Perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, dan dunia industri perlu terus diperkuat keterhubungannya agar riset dan inovasi dapat berkontribusi nyata dalam perumusan kebijakan maupun penyelesaian persoalan strategis bangsa," ucap Brian Yuliarto. Sebagai langkah penutup, Mendiktisaintek menaruh harapan besar agar para pemangku kepentingan terkait, khususnya yang bergerak aktif dalam bidang ketahanan nasional, dapat segera bertemu dan berkoordinasi. Pertemuan lintas sektoral tersebut ditargetkan mampu memperkuat jalur kolaborasi dan melahirkan tindak lanjut yang konkret demi mewujudkan kemandirian bangsa di tengah arus disrupsi global yang dinamis. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK