faktakalbar

Hadapi El Nino April, BPBD Kota Pontianak Fokus Cegah Munculnya Titik Api

Penulis: Redaksi Saturday, 28 March 2026 📖 2 menit
Hadapi El Nino April, BPBD Kota Pontianak Fokus Cegah Munculnya Titik Api
Faktakalbar.id, PONTIANAK — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak mulai memperkuat kesiagaan menghadapi ancaman El Nino yang diprediksi datang lebih awal pada April 2026. Berdasarkan hasil evaluasi, pemerintah kota kini menggeser fokus utama dari penanganan kebakaran menjadi upaya pencegahan dini agar titik api tidak sempat meluas. Kepala Pelaksana BPBD Kota Pontianak, Nasir, mengungkapkan bahwa Satgas Karhutla telah dibentuk dan sejumlah posko pemantauan akan segera diaktifkan di titik-titik rawan yang telah dipetakan dari tahun-tahun sebelumnya. "Jadi kalau kita mendapatkan laporan dari BMKG bahwa 2026 ini akan ada kemarau panjang dan datangnya lebih awal daripada tahun-tahun sebelumnya, diperkirakan bulan April ini sudah mulai ya masuk masanya El Nino ," ujar Nasir saat diwawancarai, Jumat (27/3/2026). Baca Juga:  Antisipasi Gagal Panen, Ini 6 Tips Jaga Ketahanan Pangan Saat El Nino Tiba Nasir menjelaskan bahwa posko sementara akan dipusatkan di wilayah Sepakat Dua ujung, dekat Perumahan Rindu Alam, serta beberapa lokasi lain di Pontianak Selatan, Tenggara, dan Utara. Posko ini akan melibatkan koordinasi lintas OPD, TNI, Polri, hingga sektor swasta untuk memantau area yang berpotensi terbakar. "Sesuai arahan Pak Wali, kita bukan fokus ke penanganan kebakarannya, tapi kita berupaya tidak terjadi kebakaran. Nah, itulah perlu adanya posko itu untuk memantau itu. Kalau pun sampai terjadi kebakaran lahan, kita akan cepat tangani jangan sampai meluas," tegasnya. Sejauh ini, Nasir menyebutkan belum ada hotspot atau titik panas yang terdeteksi satelit di Kota Pontianak . Namun, ia menekankan bahwa di lapangan timnya sudah menemukan beberapa titik api yang berhasil dipadamkan dengan cepat sebelum intensitas panasnya meningkat. "Di lapangan kita dapat informasi ada titik api, tapi karena cepat kita tangani sehingga tingkat panasnya tidak sampai terdeteksi oleh satelit. Kita ada di Purnama Sejahtera ujung itu ada satu titik, tapi kita tidak tahu apakah sumbernya itu dari Karya 4 Kubu Raya karena ditiup angin masuk ke wilayah Pontianak," jelas Nasir. Selain itu, kebakaran kecil akibat kelalaian penduduk juga mulai ditemukan, seperti kasus pembakaran sampah di area padat penduduk dekat Aloevera yang sempat memicu kepanikan warga. Terkait hal ini, Nasir menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan menempuh jalur hukum bagi pelaku pembakaran lahan. "Sesuai arahan Pak Wali, kita berupaya untuk mengidentifikasi siapa yang bakar lahan dan kita akan meminta pihak kepolisian memproses hukum," pungkasnya. Baca Juga:  El Nino Bertahan Hingga Pertengahan 2026, BPBD Kalbar Dorong Penguatan Cadangan Pangan (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK