faktakalbar

Hadapi El Nino, Ini 4 Hal Wajib Dipersiapkan Warga Kalbar Menyambut Musim Kemarau

Penulis: Redaksi Friday, 27 March 2026 📖 2 menit
Hadapi El Nino, Ini 4 Hal Wajib Dipersiapkan Warga Kalbar Menyambut Musim Kemarau
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Memasuki akhir Maret 2026, sejumlah wilayah di Kalimantan Barat mulai merasakan dampak anomali cuaca yang memicu musim kemarau lebih awal. Kondisi ini bukan sekadar tentang cuaca panas, namun juga berkaitan erat dengan ketersediaan air bersih dan kualitas udara yang kita hirup sehari-hari. Karakteristik lahan yang didominasi gambut menuntut kesiapsiagaan ekstra agar produktivitas keluarga tidak terganggu. Persiapan yang matang sejak dini akan sangat membantu kita dalam memitigasi risiko bencana kabut asap maupun krisis air bersih yang sering melanda Bumi Khatulistiwa. Baca Juga:  Kemarau Datang Lebih Awal pada April 2026, BNPB Ingatkan Warga Waspada Cuaca Pancaroba Berikut adalah 4 hal yang wajib dipersiapkan masyarakat Kalimantan Barat menyambut musim kemarau: 1. Menyiapkan Cadangan Air Bersih yang Higienis Fenomena kemarau di Kalimantan Barat sering kali dibarengi dengan intrusi air laut ke sungai-sungai besar seperti Sungai Kapuas. Hal ini membuat air baku menjadi payau atau asin sehingga tidak layak dikonsumsi. Segera bersihkan wadah penampungan air ( toren ) atau tangki di rumah Anda. Pastikan cadangan air terisi penuh saat kualitas air sungai masih tawar agar kebutuhan memasak dan minum tetap terpenuhi selama masa krisis. 2. Memperketat Protokol Kesehatan dan Stok Masker Musim kemarau di Kalimantan Barat identik dengan peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kabut asap yang dihasilkan mengandung partikel berbahaya yang dapat memicu infeksi saluran pernapasan. Mulailah menyetok masker medis atau masker kain yang berkualitas. Selain itu, pastikan asupan cairan tubuh tercukupi dan konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh dari cuaca panas yang ekstrem ( heatwave ). 3. Memastikan Keamanan Instalasi Listrik di Rumah Suhu udara yang tinggi menyebabkan penggunaan pendingin ruangan seperti kipas angin dan air conditioner (AC) meningkat drastis. Beban listrik yang berlebihan pada satu titik kontak dapat memicu korsleting yang berujung pada kebakaran. Lakukan pengecekan pada kabel-kabel yang sudah tua dan hindari menumpuk steker pada satu terminal. Waspada terhadap potensi api di area pemukiman padat sangat krusial selama musim kering ini. 4. Menghindari Aktivitas Pembakaran Sampah dan Lahan Lahan di Kalimantan Barat sangat rentan terbakar, terutama di area yang banyak mengandung gambut. Sedikit saja percikan api dari pembakaran sampah atau puntung rokok yang dibuang sembarangan bisa meluas menjadi kebakaran hebat yang sulit dipadamkan. Masyarakat diimbau untuk mengelola sampah dengan cara ditimbun atau diangkut petugas, serta tidak membuka lahan dengan cara dibakar demi menjaga kualitas udara tetap sehat. Baca Juga:  Tujuh Kasus Karhutla Mulai Diproses Hukum, Polda Kalbar Ingatkan Ancaman Kemarau (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK