faktakalbar

Hadapi Musim Kemarau, DPRD Pontianak Dorong PDAM Jaga Stabilitas Kualitas Air Bersih

Penulis: Redaksi Saturday, 31 January 2026 📖 2 menit
Hadapi Musim Kemarau, DPRD Pontianak Dorong PDAM Jaga Stabilitas Kualitas Air Bersih
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak meminta manajemen PDAM Tirta Khatulistiwa untuk menyiapkan langkah antisipasi dini dalam menjaga kualitas air bersih bagi pelanggan. Hal ini ditekankan seiring dengan potensi datangnya musim kemarau yang kerap memicu intrusi air laut ke Sungai Kapuas. Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, mengungkapkan bahwa fenomena intrusi air laut yang menyebabkan air baku menjadi asin merupakan siklus tahunan. Oleh karena itu, ia berharap PDAM dapat terus melakukan evaluasi dan inovasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal meskipun kondisi alam sedang tidak bersahabat. Baca Juga:  PDAM Tirta Khatulistiwa Sabet Penghargaan OPSI 2025, Sekda: Bukti Inovasi Daerah Mampu Bersaing “Ketika musim kemarau, biasanya disertai dengan meningkatnya kadar garam pada air baku akibat intrusi air laut. Karena kejadian ini berulang, evaluasi mesti dilakukan manajemen PDAM agar kualitas produksi air tidak terlalu terpengaruh,” ujar Satarudin, Jumat (30/1). Fokus pada Tekanan dan Kejernihan Air Selain isu kadar garam, Satarudin juga menyoroti pentingnya menjaga tekanan distribusi air. Ia mengapresiasi perbaikan pipa yang telah dilakukan tahun lalu di beberapa titik seperti Jalan Perdana dan Sungai Jawi. Namun, ia berharap jangkauan tekanan air bisa lebih merata hingga ke wilayah pinggiran yang jauh dari booster . “Masalah tekanan air ini juga menjadi perhatian. Harapannya, pelanggan tidak perlu lagi bergantung pada mesin sedot untuk mendapatkan air bersih, terutama di daerah yang lokasinya cukup jauh dari pusat distribusi,” tambahnya. PDAM: Pantau Kondisi Air Baku Menanggapi hal tersebut, Direktur PDAM Tirta Khatulistiwa, Abdulah, menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau kadar garam di air baku yang saat ini kondisinya masih fluktuatif. Sebagai langkah kesiapsiagaan, PDAM telah menyiapkan skema cadangan air untuk mengantisipasi jika kemarau berlangsung panjang. Namun, pihaknya tetap optimis merujuk pada prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi hujan akan turun pada awal Februari. “Kami sudah menginformasikan kondisi ini kepada pelanggan. Kami berharap hujan segera turun untuk menetralkan kadar garam akibat intrusi, sehingga produksi air bersih dapat kembali normal dan maksimal,” jelas Abdulah. Baca Juga:  Target Operasi 2026, Perumda Tirta Khatulistiwa Tinjau Progres Pembangunan IPA Beton Nipah Kuning (Nala)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK