faktakalbar

Hadiri Silaturahim di Pontianak, Muhadjir Effendy Ajak Kader Muhammadiyah Kalbar Perkuat Kepedulian Global

Penulis: Redaksi Monday, 06 April 2026 📖 2 menit
Hadiri Silaturahim di Pontianak, Muhadjir Effendy Ajak Kader Muhammadiyah Kalbar Perkuat Kepedulian Global
Faktakalbar.id, PONTIANAK — Ratusan kader Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), organisasi otonom (Ortom), serta mitra strategis memadati Auditorium Universitas Muhammadiyah Pontianak dalam agenda Silaturahim Idul Fitri 1447 H, Minggu (5/4/2026). Momentum ini menjadi ruang penguatan ukhuwah sekaligus penegasan komitmen Muhammadiyah Kalimantan Barat terhadap isu kemanusiaan global. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat , Pabali Musa, menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh elemen yang telah menjaga eksistensi gerakan dakwah di wilayah ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan program organisasi merupakan buah dari dukungan kolektif. Baca Juga:  Pemkot dan Universitas Muhammadiyah Pontianak Sepakati Kerja Sama Tunjang Visi Kota Hijau dan Program Indonesia ASRI “Kegiatan ini berkat doa dan dukungan kita semua serta kiprah kita dalam menjaga nama baik di mata umat sehingga kita sampai saat ini. Terima kasih untuk semuanya,” ujar Pabali Musa dalam sambutannya. Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson , yang turut hadir dalam acara tersebut mengakui peran vital Muhammadiyah sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Menurutnya, kontribusi Muhammadiyah sangat dirasakan dalam aspek pelayanan sosial dan penguatan kualitas umat di Kalimantan Barat. “Keberadaan Muhammadiyah di Kalimantan Barat menjadi bukti nyata dalam memperkuat umat,” kata Harisson. Hadir memberikan tausyiah, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, mendorong adanya sinkronisasi yang lebih kuat antara Lazismu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), dan pemerintah. Hal ini bertujuan agar dampak gerakan persyarikatan semakin luas dan nyata bagi masyarakat. “Saya mohon di Muhammadiyah bisa mengondisikan dengan Lazismu, PDM, pemerintah serta mitra lainnya, sehingga dampak Muhammadiyah nampak, terutama di Kalimantan Barat yang perkembangannya sangat pesat,” ungkap Muhadjir. Selain isu internal organisasi, Muhadjir menyoroti dinamika global terkait konflik Palestina. Ia menegaskan dukungan Indonesia terhadap two-state solution atau solusi dua negara sebagai jalan damai yang harus terus diperjuangkan di forum internasional. “Kalau tidak ada perang, mestinya sudah terwujud dua negara, opsi yang kita dukung,” jelasnya. Namun, Muhadjir juga memberikan peringatan keras terkait derasnya arus informasi di media sosial mengenai isu-isu global yang sering kali tidak akurat. Ia meminta warga Muhammadiyah untuk lebih selektif dan mengedepankan literasi digital. “Dalam soal perang ini, kita jangan percaya begitu saja. Berita di media sosial itu 70 persen isinya hoaks,” tegas Muhadjir. Ia mengajak seluruh warga persyarikatan untuk memperluas cakrawala berpikir, di mana silaturahim tidak hanya dimaknai sebagai hubungan personal, tetapi juga penguatan kesadaran kolektif terhadap keadilan dunia. “Silaturahim bukan hanya mempererat hubungan personal, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif kita terhadap keadilan global,” tutupnya. Baca Juga:  Musyawarah Besar Alumni Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Pontianak Sukses Memilih Ketua dan Pengurus (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK