faktakalbar

Hadiri Wisuda Santri di Kubu Raya, Wagub Krisantus: Pendidikan Adalah Modal Hidup yang Tak Pernah Habis

Penulis: Redaksi Monday, 19 January 2026 📖 1 menit
Hadiri Wisuda Santri di Kubu Raya, Wagub Krisantus: Pendidikan Adalah Modal Hidup yang Tak Pernah Habis
Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan , menekankan pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi generasi muda. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri prosesi Wisuda Santri Pondok Pesantren Miftahul Khairat di Kabupaten Kubu Raya, Minggu (18/1/2026). Baca Juga: Hari Dharma Samudera, Wagub Kalbar Ajak Kodaeral XII Sinergi Layani Warga Pesisir Sungai Dalam sambutannya di hadapan para santri dan wali murid, Krisantus menegaskan bahwa harta benda memiliki batas usia, namun ilmu pengetahuan adalah aset yang abadi. Ia mengingatkan para orang tua untuk memprioritaskan pendidikan anak di atas segalanya. Pendidikan vs Materi Krisantus memberikan pandangan realistis mengenai pengelolaan kehidupan. Menurutnya, warisan materi tanpa didasari oleh kecerdasan dan ilmu pengetahuan akan sia-sia. “Pendidikan adalah modal hidup yang tidak akan lekang dan habis ditelan masa. Sepanjang hayat manusia, pendidikan menjadi modal dasar utama,” tegas Krisantus. Ia menambahkan bahwa kemampuan manajerial yang didapat dari pendidikan sangat krusial dalam mengelola aset. “Uang satu miliar bisa habis hanya dalam dua hari jika tidak disertai pendidikan dan kemampuan mengelola kehidupan,” ujarnya. Kisah Anak Desa Nanga Layung Guna memotivasi para wisudawan, Wakil Gubernur Kalimantan Barat ini berbagi kisah masa kecilnya. Ia menceritakan latar belakangnya yang berasal dari keluarga sederhana di pedalaman Sintang, tepatnya di Desa Nanga Layung, Kecamatan Sepauk. Baca Juga: Optimalkan PAD, Wagub Kalbar Dorong Penerapan ETLE untuk Jaring Penunggak Pajak Krisantus ingin membuktikan bahwa keterbatasan geografis dan ekonomi bukan penghalang untuk meraih kesuksesan. Tekad yang kuat dan pendidikan yang baik adalah kunci mobilitas sosial. “Latar belakang desa yang bahkan sulit ditemukan di peta digital bukanlah penghalang untuk sukses dan berkontribusi bagi daerah, selama memiliki tekad kuat dan menjadikan pendidikan sebagai jalan hidup,” tuturnya. Ia menutup arahannya dengan meminta para orang tua untuk terus mendukung putra-putrinya menuntut ilmu setinggi mungkin sebagai bekal menghadapi ketidakpastian zaman di masa depan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK