faktakalbar

Hapus Budaya 'Titipan' dan 'Like or Dislike', Sujiwo Targetkan Sistem Karier ASN Kubu Raya Rampung Juni 2026

Penulis: Redaksi Thursday, 04 December 2025 📖 1 menit
Hapus Budaya 'Titipan' dan 'Like or Dislike', Sujiwo Targetkan Sistem Karier ASN Kubu Raya Rampung Juni 2026
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bertekad merombak total sistem jenjang karier para pegawainya. Bupati Kubu Raya, Sujiwo , menegaskan bahwa era promosi jabatan berdasarkan kedekatan personal atau faktor "like and dislike" akan segera berakhir, digantikan oleh sistem Manajemen Talenta yang berbasis meritokrasi murni, Selasa (02/12/25). Baca Juga:   Bolos Kerja Lebih Setahun, 7 ASN Kubu Raya Resmi Dipecat di Momen HUT Korpri Komitmen ini disampaikan Sujiwo saat menghadiri penguatan implementasi manajemen talenta ASN se-Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur. Ia menargetkan infrastruktur sistem baru ini sudah siap sepenuhnya pada pertengahan tahun depan. “Target kita tahun depan 2026 paling lambat di pertengahan bulan Juni, implementasi manajemen talenta di Kubu Raya dapat diselesaikan,” tegas Sujiwo. Menurutnya, transformasi ini vital untuk memastikan setiap kursi strategis, mulai dari Kepala Dinas hingga Kepala Bidang, diduduki oleh orang yang benar-benar kompeten. Tidak ada lagi tempat bagi pejabat yang hanya bermodal loyalitas tanpa kapabilitas. “Di sinilah perlunya jajaran ASN mengetahui talenta sesuai bidangnya. Sistem ini memastikan setiap pimpinan benar-benar mengetahuinya,” jelasnya. Guna mempercepat proses tersebut, Pemkab Kubu Raya tidak segan belajar dari yang terbaik. Sujiwo mengungkapkan pihaknya tengah menjajaki kerja sama (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dinilai telah mapan dalam penerapan sistem ini. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, turut mendukung langkah tersebut. Ia mengingatkan bahwa promosi jabatan harus objektif. Baca Juga:   Puncak Musim Hujan, Polres Kubu Raya Minta Warga Waspada Bencana Hidrometeorologi “Promosi jabatan tidak berdasarkan like and dislike. Semuanya mengikuti aturan dan memperhatikan rekam jejak ASN,” ujar Norsan. Senada dengan itu, Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menambahkan bahwa manajemen talenta adalah alat untuk memastikan birokrasi bekerja sesuai visi pemimpin. "ASN harus memiliki rekam kompetensi yang jelas, dikembangkan secara berkelanjutan, dan dievaluasi secara berkala," pungkas Zudan. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK