faktakalbar

Harga Avtur Melonjak, Gaphura Sebut Kenaikan Tiket Pesawat Bebankan Jemaah Umrah

Penulis: Redaksi Wednesday, 13 May 2026 📖 1 menit
Harga Avtur Melonjak, Gaphura Sebut Kenaikan Tiket Pesawat Bebankan Jemaah Umrah
Faktakalbar.id, NASIONAL – Gabungan Pengusaha Haji, Umrah, dan Wisata Halal Nusantara (Gaphura) menyoroti rencana kenaikan harga tiket pesawat yang dipicu oleh lonjakan harga avtur. Kebijakan ini dinilai memberatkan pelaku usaha biro perjalanan serta calon jemaah umrah, terutama karena diterapkan pada pesanan yang sudah berjalan ( existing booking ). Berdasarkan data resmi Pertamina per Rabu (13/5), harga avtur domestik di Bandara Soekarno-Hatta (CGK) merangkak naik menjadi Rp27.357 per liter dari sebelumnya Rp23.551 pada April 2026. Baca Juga:  Avtur Melonjak 70 Persen, Lion Air Patok Tarif Penerbangan Haji Kalbar di Angka Rp13,3 Miliar Sementara itu, avtur untuk penerbangan internasional juga melonjak signifikan dari US$133,8 per liter menjadi US$162,9 per liter pada Mei ini. Gaphura mengungkapkan bahwa maskapai Lion Air telah secara resmi menginformasikan rencana kenaikan ini kepada biro travel, yang dikhawatirkan akan segera diikuti oleh maskapai lainnya. "Hal ini sangat disayangkan dikarenakan kenaikan ini diterapkan bahkan untuk existing booking yang mana para travel telah membayar DP kepada maskapai dan mengeluarkan harga kepada calon jemaah umrah, sehingga perlu adanya penyesuaian yang memberatkan para calon jemaah umrah," tulis Gaphura dalam keterangan resminya, Rabu (13/5). Merespons kondisi tersebut, Gaphura menggelar rapat darurat bersama berbagai forum, termasuk FKS Jabar. Hasilnya, organisasi ini menilai kebijakan kenaikan harga tersebut tidak berpihak pada kepentingan jemaah. "Dari rapat ini disimpulkan kenaikan harga maskapai dinilai tidak wajar dan tidak berempati pada jemaah," tegas mereka. Dampak dari rencana kenaikan harga ini mulai terasa nyata. Sejumlah biro travel melaporkan adanya pembatalan keberangkatan jemaah hingga 50 persen. Selain itu, terdapat penarikan pesanan lebih dari 450 kursi untuk musim depan akibat ketidakpastian harga. Gaphura kini mendesak adanya mediasi antara pelaku usaha, maskapai, dan pemerintah untuk menjaga keberlangsungan ibadah umrah masyarakat Indonesia. "Harapan kami dalam waktu dekat ini untuk dapat berkoordinasi langsung dengan maskapai bersama-sama dengan Kemenhub dan Kemenhaj agar dapat menemukan solusi yang terbaik untuk dapat melindungi jemaah," pungkasnya. Baca Juga:  Pemkot Jaga Inflasi Pontianak Tetap Terkendali Jelang Iduladha 2026

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK