faktakalbar

Harga Bitcoin Tembus 74 Ribu Dolar AS, Terkatrol Rencana Pengesahan Clarity Act di AS

Aset Kripto Melonjak Usai Gedung Putih Kumpulkan CEO Industri Kripto dan Penurunan Imbal Hasil Obligasi

Faktakalbar.id - Harga aset digital Bitcoin mencatatkan lonjakan signifikan hingga menembus level 74.000 dollar AS per keping. Penguatan tajam ini dipicu oleh dorongan Gedung Putih untuk meloloskan rancangan undang-undang regulasi kripto Clarity Act serta likuidasi besar-besaran posisi short di pasar.

Penulis: Rama 📍 Jakarta Friday, 21 August 2026 📖 2 menit
Harga Bitcoin Tembus 74 Ribu Dolar AS, Terkatrol Rencana Pengesahan Clarity Act di AS
Ilustrasi Bitcoin. (Dok.Traxer/Unsplash)

Faktakalbar.id - Harga aset digital Bitcoin mencatatkan tren penguatan signifikan hingga menyentuh level tertinggi sejak Juni 2026. Melonjaknya harga mata uang kripto terbesar di dunia ini dipicu oleh dorongan terbaru dari pihak Gedung Putih dan para pemimpin industri aset digital untuk meloloskan Rancangan Undang-Undang Clarity Act dalam beberapa pekan mendatang.

Clarity Act (Digital Asset Market Clarity Act) merupakan regulasi yang tengah digodok di Amerika Serikat (AS) dengan tujuan memberikan kepastian hukum serta kerangka regulasi resmi bagi ekosistem aset digital dan kripto.

Berdasarkan pantauan data dari pasar CoinMarketCap, harga Bitcoin melonjak 8,28 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir hingga menyentuh angka 74.864,58 dollar AS per keping. Lonjakan ini melanjutkan reli positif dari hari sebelumnya, sehingga membukukan total akumulasi kenaikan hingga 12 persen dalam dua hari terakhir, membalikkan posisi awal pekan yang sempat diperdagangkan di kisaran 63.000 dollar AS.

Pergerakan positif Bitcoin turut mendorong kinerja saham-saham perusahaan berbasis teknologi kripto. Perusahaan pertukaran kripto Coinbase Global dan Circle Internet Group masing-masing mencatatkan kenaikan harga saham sekitar 7 persen. Penguatan serupa juga dialami oleh saham Strategy yang melanjutkan momentum positifnya di bursa saham AS.

Aksi Short Squeeze dan Pertemuan Gedung Putih

Berdasarkan data CoinGlass, reli di pasar aset digital ini bermula saat imbal hasil obligasi pemerintah AS mengalami penurunan tajam. Kondisi tersebut meredakan tekanan pada instrumen aset berisiko. Momentum kenaikan kemudian terakselerasi oleh fenomena short squeeze besar-besaran, di mana posisi short aset kripto bernilai sekitar 2,7 miliar dollar AS terkena likuidasi otomatis.

Di saat yang bersamaan, Gedung Putih menggelar pertemuan mendadak dengan mengundang para Chief Executive Officer (CEO) dari perusahaan-perusahaan kripto terkemuka, seperti Coinbase, Kraken, Robinhood, Ripple, dan ChainLink.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden AS Donald Trump mendesak Kongres untuk segera mengesahkan versi yang adil dari RUU struktur pasar kripto Clarity Act sebelum penutupan tahun. Langkah ini dipandang penting guna menjaga daya saing regulasi industri keuangan AS secara global.

"Kita membutuhkan Kongres untuk mengambil langkah selanjutnya dengan mengesahkan Clarity Act versi yang adil. Ini adalah undang-undang terstruktur yang sangat kuat yang akan membuat kita tetap unggul dari China dan negara lain, sekaligus membuka pintu bagi gelombang inovasi berikutnya," ujar Trump dalam pidato pembukaannya.

Silang Pendapat Politik dan Prospek Pasar

Meskipun didorong oleh pemerintah, pengesahan RUU ini masih menghadapi titik krusial. Partai Demokrat mendorong klausul aturan etika yang lebih ketat guna mencegah pejabat publik mengambil keuntungan pribadi dari aset kripto. Di sisi lain, Partai Republik menolak ketentuan tersebut karena dinilai terlalu membatasi ruang gerak pasar.

Clarity Act dinilai sebagai katalis utama yang berpotensi membawa pasar keluar dari fase kelesuan sejak tahun lalu. Apabila RUU ini gagal melewati pemungutan suara prosedural pertama di Senat pada 15 September mendatang, peluang pengesahannya diperkirakan akan tertutup hingga akhir tahun karena fokus politik akan teralih menjelang agenda pemilihan paruh waktu.

Sebagai catatan historis, meskipun mengalami lonjakan pekan ini, harga Bitcoin saat ini masih berada sekitar 40 persen di bawah rekor tertinggi sepanjang masanya (all-time high) yang pernah disentuh pada Oktober 2025 lalu di level 126.000 dollar AS.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK