faktakalbar

Harga Emas Antam Anjlok Tajam di Tengah Libur Waisak, Terkoreksi Rp 23.000 per Gram

Penulis: Redaksi Wednesday, 14 May 2025 📖 2 menit
Harga Emas Antam Anjlok Tajam di Tengah Libur Waisak, Terkoreksi Rp 23.000 per Gram
Faktakalbar.id, NASIONAL - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin, 12/5/2025, yang bertepatan dengan libur Hari Raya Waisak. Penurunan ini menjadi sorotan karena terjadi setelah harga emas Antam tidak mengalami perubahan pada hari sebelumnya. Mengutip data resmi dari situs Logam Mulia (logammulia.com), harga emas Antam hari ini turun sebesar Rp 23.000 per gram, sehingga dipatok di angka Rp 1.905.000 per gram. Sebelumnya, pada Minggu (11/5/2025), harga emas berada di level Rp 1.928.000 per gram. Tak hanya harga jual, harga buyback emas Antam harga yang berlaku jika konsumen menjual kembali emas mereka ke Antam—juga ikut turun. Hari ini, harga buyback tercatat Rp 1.724.000 per gram, atau turun Rp 23.000 dari hari sebelumnya. Sementara itu, rekor harga tertinggi emas Antam terjadi pada Selasa, 22 April 2025, dengan nilai mencapai Rp 2.016.000 per gram. Pada hari yang sama, harga buyback menyentuh Rp 1.865.000 per gram. Baca Juga: Harga Emas Dunia Terjun Bebas, Investor Tinggalkan Aset Aman Antam menawarkan emas batangan dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Pembeli juga bisa mendapatkan potongan pajak lebih rendah (0,45%) jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) saat transaksi. Namun, penting dicatat bahwa harga emas bisa berbeda-beda tergantung lokasi dan penjual. Selain itu, untuk penjualan kembali emas batangan dengan nilai lebih dari Rp 10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22. Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (12 Mei 2025): 0,5 gram: Rp 1.002.500 1 gram: Rp 1.905.000 2 gram: Rp 3.750.000 3 gram: Rp 5.600.000 5 gram: Rp 9.300.000 10 gram: Rp 18.545.000 25 gram: Rp 46.237.000 50 gram: Rp 93.395.000 100 gram: Rp 184.712.000 250 gram: Rp 461.515.000 500 gram: Rp 922.820.000 1.000 gram: Rp 1.845.600.000 Di sisi lain, penurunan harga emas global turut dipengaruhi oleh dinamika geopolitik, terutama setelah pertemuan antara pejabat tinggi Amerika Serikat dan Tiongkok di Swiss pada 10 Mei 2025. Menurut pengamat emas Ibrahim Assuaibi, pertemuan tersebut membahas kemungkinan negosiasi tarif impor, di mana Amerika mengenakan tarif sebesar 145% terhadap produk Tiongkok. Sebagai balasan, Tiongkok mengenakan tarif 125% terhadap produk asal AS. “Saya melihat bahwa tanggal 10 Mei 2025, pejabat Amerika dan Tiongkok bertemu di Swiss untuk membahas negosiasi terkait perang dagang. Amerika menerapkan tarif 145% ke Tiongkok, dan Tiongkok membalas dengan 125%,” ujar Ibrahim, dikutip Senin (12/5/2025). Menariknya, Ibrahim mengungkapkan bahwa kehadiran Tiongkok dalam pertemuan ini terjadi atas undangan Amerika Serikat, bukan inisiatif dari Tiongkok. “Itu berbeda dengan negara-negara seperti Indonesia, Jepang, atau Eropa yang mengajukan negosiasi. Tiongkok tidak pernah mengajukan permintaan,” ujarnya lagi. Meski pertemuan tersebut dianggap sebagai langkah awal, namun pasar tetap ragu apakah akan ada hasil konkret. Keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden AS dan Presiden Tiongkok. “Pejabat yang melakukan negosiasi adalah dari pihak Amerika sendiri, dan belum tentu akan berujung pada kesepakatan. Finalnya tetap di tangan Presiden masing-masing negara,” pungkasnya. Baca Juga: Perang Dagang Mereda, Harga Emas Dunia Tertekan

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK