faktakalbar

Update Harga Emas Antam Jumat 8 Mei 2026: Terkoreksi Tipis ke Level Rp 2.839.000 per Gram

Penulis: Dimas Friday, 08 May 2026 📖 1 menit
Update Harga Emas Antam Jumat 8 Mei 2026: Terkoreksi Tipis ke Level Rp 2.839.000 per Gram
Faktakalbar.id, NASIONAL - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan koreksi tipis pada perdagangan Jumat (8/5/2026). Berdasarkan data terbaru per pukul 08.50 WIB, harga emas Antam berada di posisi Rp 2.839.000 per gram. Nilai ini turun sebesar Rp 1.000 dibandingkan dengan harga pembukaan pagi hari yang sempat menyentuh Rp 2.840.000 per gram. Meskipun mengalami penurunan, harga emas Antam masih cenderung stabil di kisaran level tertingginya pekan ini. Baca Juga: Strategi Investasi Emas yang Tepat Saat Harga Melonjak: Jangan FOMO dan Terapkan Cost Averaging Rincian Harga Emas Antam Hari Ini (8 Mei 2026) Berikut adalah daftar harga emas batangan Antam dari ukuran terkecil hingga terbesar: 0,5 gram: Rp 1.469.500 1 gram: Rp 2.839.000 2 gram: Rp 5.618.000 3 gram: Rp 8.402.000 5 gram: Rp 13.970.000 10 gram: Rp 27.885.000 25 gram: Rp 69.587.000 50 gram: Rp 139.095.000 100 gram: Rp 278.112.000 250 gram: Rp 695.015.000 500 gram: Rp 1.389.820.000 1.000 gram (1 kg): Rp 2.779.600.000 Ketentuan Pajak Transaksi Baca Juga: Investasi Emas: Simak 7 Perbedaan Antara Emas Antam dan Emas UBS Sesuai dengan aturan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi logam mulia Antam dikenakan skema pajak sebagai berikut: Pajak Pembelian (PPh 22) 0,45 persen untuk pembeli yang menyertakan NPWP. 0,9 persen untuk pembeli tanpa menyertakan NPWP. Setiap transaksi akan dibekali bukti potong PPh 22. Pajak Penjualan Kembali (Buyback) Untuk transaksi penjualan kembali ke Antam dengan nilai di atas Rp 10 juta: 1,5 persen bagi pemilik NPWP. 3 persen bagi non-NPWP. Pajak dipotong langsung dari nilai transaksi akhir. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK