faktakalbar

Harga Emas Capai Puncak Rekor, Kini Mulai Mengalami Koreksi

Penulis: Redaksi Thursday, 03 April 2025 📖 1 menit
Harga Emas Capai Puncak Rekor, Kini Mulai Mengalami Koreksi
Faktakalbar.id , JAKARTA - Dalam beberapa hari terakhir, harga emas dunia telah mencuri perhatian pasar global. Setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, pergerakan harga emas menunjukkan adanya tanda-tanda koreksi yang patut diwaspadai oleh para investor. Merujuk pada data Refinitiv, pada akhir perdagangan Selasa (1/4/2025), harga emas dunia (XAU) mengalami kontraksi sebesar 0,40% dan ditutup pada level US$ 3.110,55 per troy ons. Ini merupakan koreksi pertama setelah tiga hari berturut-turut harga mencetak rekor. Kondisi ini menandakan bahwa pasar sudah memasuki fase jenuh beli atau overbought, yang membuat harga rawan terhadap profit taking dalam jangka pendek. Pada perdagangan Rabu pagi (2/4/2025) pukul 06.15 WIB, terlihat bahwa harga emas sedikit menguat sebesar 0,06% ke posisi US$ 3.112,93. Meski terdapat sedikit pemulihan, analisis teknikal menunjukkan bahwa penurunan sebelumnya sudah mendekati level support terdekat di US$ 3.097 per troy ons. Baca Juga: Terendus Aparat! Inisial AS Diduga Pindahkan Hampir 400 Kg Emas Ilegal ke Tempat Aman Level support ini penting sebagai area potensial bagi para investor untuk kembali masuk ke pasar setelah terjadi koreksi. Para analis pasar menyatakan bahwa koreksi jangka pendek ini merupakan bagian normal dari fluktuasi harga yang sering terjadi pada aset-aset safe haven seperti emas. Prospek investasi emas masih terlihat menjanjikan sepanjang tahun ini. Banyak faktor yang mendorong permintaan emas, mulai dari kebijakan tarif yang memicu ketegangan perdagangan, perlambatan ekonomi global, hingga laju penurunan suku bunga yang lambat. Goldman Sachs bahkan baru-baru ini menaikkan proyeksi harga emas hingga mencapai US$ 3.300 per troy ons pada akhir tahun. Kenaikan proyeksi ini didorong oleh permintaan yang kuat dari bank sentral serta aliran investasi ke dalam aset berbasis emas, termasuk ETF. Kesimpulannya, meskipun harga emas saat ini mengalami koreksi, momentum serta fundamental pasar tetap mendukung prospek jangka panjang yang positif. Para investor diharapkan dapat memanfaatkan momen koreksi untuk mengoptimalkan entry point dan meraih keuntungan di tengah gejolak pasar global. (Dit)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK