faktakalbar

Harga Emas Dunia Tembus Level Tertinggi dalam 3 Bulan Jelang Simposium Jackson Hole

Faktor Geopolitik dan Penantian Data Inflasi AS Turut Kerek Harga Logam Mulia ke 4.636 Dollar AS

Faktakalbar.id - Harga emas dunia dilaporkan menguat pada perdagangan awal Asia, Senin (24/8/2026), dan mencapai level tertingginya dalam lebih dari tiga bulan terakhir. Kenaikan ini terjadi di tengah penantian pasar terhadap rilis data inflasi AS serta pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh.

Penulis: Rama 📍 Jakarta Monday, 24 August 2026 📖 2 menit
Harga Emas Dunia Tembus Level Tertinggi dalam 3 Bulan Jelang Simposium Jackson Hole
Ilustrasi Emas. (dok. BRI)

Faktakalbar.id - Harga emas dunia kembali mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan awal kawasan Asia, Senin (24/8/2026). Harga logam mulia tersebut kini telah menyentuh level tertinggi dalam kurun waktu lebih dari tiga bulan terakhir.

Tren kenaikan harga ini terjadi ketika para investor tengah menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) serta pidato dari Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, yang dijadwalkan berlangsung dalam simposium Jackson Hole pada pekan ini.

Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot naik sebesar 0,7 persen menjadi 4.636,34 dollar AS per ons. Angka tersebut menjadi level tertinggi yang dicapai sejak 15 Mei 2026. Sejalan dengan hal tersebut, harga emas berjangka AS juga mengalami kenaikan 0,3 persen menjadi 4.694,80 dollar AS per ons. Tercatat, harga emas telah mengakumulasi penguatan hingga lebih dari 5 persen sepanjang pekan lalu.

Penguatan ini dipicu oleh tertekannya nilai tukar dollar AS imbas rencana pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan AS. Melemahnya mata uang greenback membuat instrumen emas menjadi lebih murah bagi para pemegang mata uang lain, sehingga otomatis meningkatkan daya tarik investasi pada logam kuning tersebut.

Menanti Data Inflasi dan Sentimen Geopolitik

Saat ini, para investor sedang mencermati rilis data indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) AS untuk bulan Juli yang akan dipublikasikan pekan ini. Data tersebut merupakan salah satu indikator krusial yang kerap menjadi rujukan The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Selain faktor ekonomi, proyeksi dari sejumlah lembaga keuangan raksasa juga turut menyokong prospek positif harga emas. Goldman Sachs memperkirakan harga emas bisa menembus 4.900 dollar AS per ons pada akhir tahun ini. Hal itu didorong oleh lonjakan permintaan terhadap opsi emas bullish. Peningkatan kepemilikan emas oleh bank sentral, seperti yang dilakukan oleh Bank Sentral Polandia yang mencapai 640,2 ton pada akhir Juli lalu, juga menjadi penopang kuat.

Lebih lanjut, memanasnya ketegangan geopolitik turut mendongkrak harga emas. Menteri Luar Negeri Iran baru-baru ini menepis ancaman sanksi baru dari AS, memicu sentimen ketidakpastian yang menopang daya tarik emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Tak hanya emas, tren positif ini juga diikuti oleh penguatan harga logam mulia lainnya. Terpantau, harga perak spot naik 0,8 persen menjadi 69,51 dollar AS per ons, platinum naik 0,4 persen menjadi 1.885,38 dollar AS per ons, dan palladium turut menguat tipis 0,1 persen ke level 1.350,53 dollar AS per ons.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK