faktakalbar

Hari Santri 2025, Wali Kota Pontianak Ajak Santri Jadi Agen Perubahan di Era Digital

Penulis: Redaksi Wednesday, 15 October 2025 📖 2 menit
Hari Santri 2025, Wali Kota Pontianak Ajak Santri Jadi Agen Perubahan di Era Digital
Faktakalbar.id.id, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak , Edi Rusdi Kamtono, mengajak para santri untuk menjadi agen perubahan yang mampu membawa kedamaian dan kemajuan bangsa di tengah kompleksnya tantangan era digital. Menurutnya, santri masa kini tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu agama, tetapi juga harus cakap dan tanggap terhadap perkembangan teknologi. Baca Juga: Peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Pontianak Berlangsung Khidmat Pesan ini disampaikannya saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Hari Santri Nasional 2025 yang bertema ‘Santri Inklusif dan Bangsa Progresif’ di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Selasa (14/10/2025). “Jadilah santri yang tidak hanya fasih dalam kitab, tetapi juga tangkas dalam dunia digital,” ujarnya. Edi Kamtono menekankan pentingnya peran santri di era digital sebagai penjaga nilai-nilai moral, penebar kebaikan, dan promotor toleransi. Dengan semangat keislaman yang inklusif dan moderat, santri diharapkan mampu menyikapi derasnya arus informasi secara bijak. “Santri yang inklusif adalah santri yang terbuka terhadap perbedaan, mampu berdialog lintas budaya dan agama, serta bijak dalam menyikapi berbagai informasi,” ungkapnya. Ia juga menyoroti fenomena di media sosial, di mana banyak orang lebih cepat bereaksi dan berdebat di dunia maya daripada bertindak nyata. Ia menyayangkan masih maraknya perilaku saling mencaci dan memfitnah yang tidak mencerminkan akhlak Islami. “Sebagai umat Islam, kita harus menunjukkan perilaku yang santun dan berakhlak. Di sinilah peran santri untuk menjadi teladan dan penebar kedamaian,” ucapnya. Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kalimantan Barat, M Firdaus, yang turut hadir dalam seminar, mengapresiasi nilai-nilai pesantren sebagai fondasi moral dan persatuan bangsa. “Saya sendiri, secara pribadi, bukanlah lulusan pesantren. Namun, saya sangat menghargai nilai-nilai pesantren yang menjadi dasar akhlak dan persatuan bangsa,” imbuhnya. Firdaus berharap, ke depan masyarakat Kalbar dapat menjadi masyarakat yang cerdas, kritis, dan tidak mudah terprovokasi isu-isu yang memecah belah. Baca Juga: GOW Pontianak Berbagi Kasih di Ponpes As Sajdah Makkiyah, Tekankan Pentingnya Keberkahan Ilmu Ia menambahkan bahwa ISNU Kalbar akan terus aktif berkontribusi melalui berbagai program pelatihan dan kegiatan sosial di seluruh kabupaten/kota. Peningkatan peran santri di era digital dianggap sejalan dengan visi ISNU untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul. “Harapan kami, ke depan masyarakat Kalbar menjadi masyarakat yang cerdas, kritis, dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah belah persatuan,” tambahnya. (*Red/Prokopim)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK