faktakalbar

Hashim: Fokus Pemerintahan Prabowo Bukan Sekadar Makan Siang Gratis

Penulis: Redaksi Wednesday, 09 October 2024 📖 1 menit
Hashim: Fokus Pemerintahan Prabowo Bukan Sekadar Makan Siang Gratis
JAKARTA - Hashim Djojohadikusumo, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, mengungkapkan program makanan bergizi gratis yang akan dijalankan oleh pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto, akan diberikan dua kali sehari. Hal ini ditegaskan oleh Hashim dalam sebuah diskusi ekonomi di Menara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Jakarta Selatan, Senin, (7/10/2024). “Banyak yang masih berpikir ini hanya makan siang gratis. Sebenarnya, ini bukan hanya makan siang gratis, tetapi makanan gratis dua kali sehari, pagi dan siang,” ujar Hashim yang baru saja ditunjuk menjadi Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia. Hashim menjelaskan, data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 41 persen atau sekitar 18 juta anak sekolah di Indonesia setiap hari pergi ke sekolah dalam kondisi lapar. Menurutnya, kondisi ini turut berkontribusi terhadap buruknya peringkat pendidikan Indonesia dalam berbagai survei global, seperti Programme for International Student Assessment (PISA). Indonesia saat ini berada di peringkat 63 dari 70 negara dalam peringkat PISA, yang menurut Hashim, belum mengalami perbaikan signifikan sejak 2018. Ia menambahkan bahwa program makanan bergizi gratis ini bertujuan untuk mengatasi masalah nutrisi di kalangan anak sekolah yang menjadi salah satu akar masalah rendahnya kualitas pendidikan di tanah air. Dalam percobaan yang sudah dilakukan selama satu tahun terakhir, Hashim menyebutkan bahwa beberapa anak sekolah hanya memakan separuh dari makanan yang diberikan, dan membawa sisanya untuk adik mereka di rumah. Ini menunjukkan betapa pentingnya program ini untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak di sekolah, tetapi juga membantu keluarga mereka . (ryo)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK