faktakalbar

Hersan: Klaim Kemenangan Berdasarkan Sampel Suara TPS Bentuk Hoaks

Penulis: Redaksi Friday, 29 November 2024 📖 1 menit
Hersan: Klaim Kemenangan Berdasarkan Sampel Suara TPS Bentuk Hoaks
PONTIANAK - Pilkada Gubernur Kalimantan Barat 2024 baru saja menyelesaikan masa pencoblosan dan memasuki tahap hitung suara. Adanya sampel suara yang diambil dari beberapa TPS diklaim dapat menjadi acuan siapa yang akan memenangkan kontestasi ini. Klaim pertama yang terlihat adalah dari Pasangan Calon Gubernur Kalimantan Barat Nomor Urut 2, Ria Norsan – Krisantus Kurniawan di Sekretariat DPD PDI Perjuangan, Kamis (28/11/2024), pagi. “Saya berterimakasih kepada masyarakat yang telah memercayakan kepada saya untuk memimpin Kalimantan Barat. Untuk masyarakat yang telah memilih saya, saya pastikan akan mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ucap Norsan dalam deklarasi pemenangannya. Menanggapi hal tersebut, Ketua Relawan Bersatu Kalbar Paslon Midji – Didi, Hersan Aslirosa menyampaikan bahwa klaim yang dilakukan oleh banyak pasangan calon berkaitan dengan kemenangannya berdasarkan sampel suara di TPS adalah bentuk hoaks. “Sampai hari ini kita belum mendapatkan hasil yang maksimal. Artinya belum semua masuk dan saya boleh mengatakan bahwa kami juga punya data,” ucapnya dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Posko Relawan Midji – Didi. Dirinya menyampaikan bahwa tidak boleh ada satu calon pun yang boleh mengklaim kemenangan mereka selama data surat suara dari berbagai daerah di Kalimantan Barat masih belum terkumpul menjadi satu di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Barat pada 9 Desember 2024 nanti. “Tidak ada satu calon pun yang boleh mengklaim bahwa dia sebagai pemenang pada Pilgub ini. Jadi, tidak ada yang boleh mengklaim. Saya sampaikan, semua masih dalam perhitungan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa data-data yang saat ini menunjukkan atau dipakai untuk mengklaim kemenangan salah satu pasangan calon adalah bentuk data hoaks dan tidak bisa digunakan sebagai acuan. “Saya kembali tegaskan, kalau pun ada seliweran terkait data-data di media sosial dan media eletronik itu adalah data hoaks,” tegasnya. (mro)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK