Hidup Makin Berat, Selera Humor Makin Receh? Ini Penjelasan Psikologisnya!
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Pernahkah Anda mendapati diri Anda tertawa
terbahak-bahak
hingga mengeluarkan air mata hanya karena melihat sebuah video kucing terjatuh, atau
meme
dengan editan yang sangat absurd? Padahal, di saat yang sama, Anda mungkin sedang dikejar
deadline
pekerjaan yang menumpuk, pusing memikirkan cicilan, atau sedang lelah menghadapi berbagai masalah kehidupan.
Ironisnya, semakin tinggi tingkat stres seseorang, ambang batas humornya justru sering kali menurun drastis.
Hal-hal yang di saat normal terasa "garing" atau tidak masuk akal tiba-tiba menjadi sangat lucu.
Kenapa saat hidup terasa lebih berat humor kita cenderung receh?
Baca Juga:
Sulit Tidur atau Malah Tidur Seharian Saat Stres? Ternyata Ini Penyebab Medis dan Psikologisnya
Ternyata, fenomena ini bukanlah kebetulan semata. Ada penjelasan psikologis di balik perubahan selera humor tersebut.
Berikut adalah 5 alasan mengapa humor receh menjadi "penyelamat" di kala hidup sedang berat:
1. Otak Mengalami Kelelahan Kognitif (
Cognitive Fatigue
)
Saat sedang stres atau menghadapi masalah berat, otak Anda bekerja ekstra keras untuk mencari solusi, memproses emosi, dan menjaga Anda tetap rasional.
Akibatnya, otak mengalami kelelahan kognitif.
Dalam kondisi lelah, otak tidak lagi memiliki energi untuk mencerna lelucon yang rumit, sarkasme tingkat tinggi, atau
jokes
yang membutuhkan proses berpikir panjang.
Humor receh yang instan dan lugas menjadi pilihan paling pas karena otak tidak perlu bersusah payah untuk memahaminya.
2. Bentuk
Coping Mechanism
yang Cepat
Tertawa adalah salah satu mekanisme pertahanan (
coping mechanism
) tubuh yang paling efektif untuk meredakan ketegangan emosional.
Saat Anda tertawa karena humor receh, otak akan melepaskan hormon dopamin dan endorfin secara instan.
Hormon-hormon ini bertugas memberikan rasa senang dan mengurangi hormon stres (kortisol).
Humor receh menjadi "jalan pintas" bagi otak untuk segera mendapatkan suntikan kebahagiaan di tengah situasi yang menekan.
3. Pelarian Sejenak dari Realita (
Escapism
)
Humor receh,
meme
absurd, atau pelesetan kata yang tidak masuk akal menawarkan semacam pelarian singkat (
escapism
) dari realita kehidupan yang sedang serius dan kaku.
Dengan menertawakan hal-hal yang bodoh atau tidak penting, Anda sejenak "mencabut" diri dari beban tanggung jawab dunia nyata.
Jeda singkat ini sangat penting agar Anda tidak mengalami
burnout
atau kelelahan mental yang ekstrem.
4. Validasi Perasaan dan Kebersamaan
Sering kali, humor receh yang beredar di media sosial sangat
relatable
atau dekat dengan penderitaan sehari-hari, seperti keluhan soal tanggal tua atau lelahnya bekerja.
Menertawakan konten receh semacam ini, terutama jika dibagikan kepada teman yang senasib, akan menciptakan rasa kebersamaan (
sense of belonging
).
Ada perasaan lega ketika menyadari bahwa "Oh, ternyata bukan cuma saya saja yang menderita."
5. Ekspektasi yang Menurun Secara Keseluruhan
Ketika hidup sedang berjalan dengan sangat baik, Anda mungkin memiliki standar atau ekspektasi yang tinggi terhadap segala hal, termasuk terhadap apa yang dianggap lucu.
Namun, saat hidup sedang berat dan serba sulit, ekspektasi Anda terhadap hiburan otomatis menurun.
Anda tidak lagi mencari tayangan komedi yang cerdas atau bermakna; Anda hanya butuh sesuatu yang bisa membuat bibir tersenyum, sesederhana apa pun itu.
Jadi, tidak perlu merasa malu jika belakangan ini Anda lebih mudah tertawa karena hal-hal sepele.
Itu adalah cara cerdas tubuh dan pikiran Anda untuk tetap waras dan bertahan di tengah kerasnya kehidupan.
Baca Juga:
Sering Tidak Disadari, Ini Alasan Medis Kenapa Saat Stres Rambut Kamu Mudah Rontok
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.