Hilang Dihantam Gelombang, Jasad Pak Imam Akhirnya Ditemukan Nelayan Alur Bandung
Faktakalbar.id, KAYONG UTARA
– Operasi pencarian terhadap
Arsyad D Achmad
atau kerap dikenal dengan Imam, nelayan asal Desa Pulau Kumbang yang sebelumnya dilaporkan
hilang
akibat sampan terbalik, akhirnya membuahkan hasil.
Namun, takdir berkata lain.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Perairan Desa Alur Bandung, Kecamatan Teluk Batang, Jumat (21/11/2025) pagi.
Penemuan ini sekaligus mengakhiri upaya pencarian tim gabungan yang telah menyisir perairan sejak Kamis (20/11) lalu, pasca insiden sampan korban terbalik dihantam gelombang tinggi di sekitar Batu Buaya.
Baca Juga:
Detik-detik Menegangkan Sampan Terbalik di Pulau Kumbang, Satu Nelayan Hilang Digulung Ombak
Ditemukan Saat Nelayan Pulang Melaut
Jasad korban pertama kali terlihat oleh
Ayup
(31), seorang nelayan warga Desa Alur Bandung.
Sekitar pukul 08.40 WIB, saat Ayup hendak pulang seusai menjaring ikan, ia dikejutkan dengan sesosok tubuh yang mengapung di permukaan laut.
Menyadari itu adalah jasad manusia, Ayup segera memberikan tanda menggunakan pelampung agar jenazah tidak hanyut terbawa arus.
Ia kemudian bergegas menuju Desa Pulau Kumbang untuk mengabarkan temuannya dan meminta bantuan
evakuasi.
Warga bersama Ayup lantas kembali ke lokasi untuk mengevakuasi korban secara gotong-royong.
Jasad tersebut kemudian dibawa pulang dan setelah diidentifikasi, dipastikan bahwa itu adalah Pak Imam, warga RT 010 Dusun Karya Bumi yang hilang sehari sebelumnya.
Polres Kayong Utara Beri Pendampingan
Personel Polres Kayong Utara turut hadir di rumah duka untuk memantau proses penyerahan jenazah sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga.
Kehadiran aparat kepolisian ini merupakan bentuk empati atas musibah laka laut yang menimpa warga.
"Kami atas nama Polres Kayong Utara menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhum Pak Imam mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga diberi ketabahan," ungkap perwakilan kepolisian di lokasi.
Keluarga Ikhlas, Tolak Otopsi
Pihak keluarga menyatakan telah menerima kepergian almarhum dengan ikhlas dan meyakini peristiwa ini murni musibah kecelakaan laut tanpa unsur kesengajaan.
Oleh karena itu, keluarga menolak dilakukan visum maupun otopsi.
Jenazah Arsyad D Achmad langsung dimakamkan pada Jumat (21/11) pukul 14.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pulau Kumbang, diiringi isak tangis keluarga dan ratusan warga yang turut berduka.
Baca Juga:
Gelar Operasi Zebra di Simpang 4 Kedinasan, Polres Kayong Utara Perketat Pemeriksaan Kendaraan
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.