Hindari Lima Jenis Makanan Pemicu Sel Kanker Ini
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Kanker
muncul akibat pertumbuhan
sel
yang tidak wajar dan menjadi penyebab utama kematian secara global. Selain faktor genetik, asupan
nutrisi
harian berperan besar dalam memicu perkembangan sel tersebut.
Riset medis mengidentifikasi senyawa akrilamida sebagai zat karsinogen potensial yang sering ditemukan dalam makanan sehari-hari.
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengategorikan akrilamida sebagai zat kimia yang terbentuk secara alami pada makanan berpati saat proses suhu tinggi.
Reaksi kimia ini biasanya terjadi pada suhu di atas 120 derajat Celsius.
International Agency for Research on Cancer
(IARC) di bawah WHO memasukkan akrilamida ke dalam Grup 2A, yaitu zat yang kemungkinan besar bersifat karsinogenik pada manusia.
Baca Juga:
Mengenal Kanker Ginjal, Penyakit yang Sebabkan Vidi Aldiano Meninggal Dunia
1. Aneka Gorengan dan Keripik
Kentang goreng dan keripik kentang menjadi penyumbang terbesar akrilamida. Proses penggorengan yang lama hingga tekstur menjadi sangat renyah memicu reaksi antara gula alami dan asam amino.
Para ahli menyarankan masyarakat untuk tidak menggoreng kentang hingga berwarna cokelat tua guna menekan pembentukan zat berbahaya tersebut.
2. Camilan Kemasan dan Kue Kering
Produk olahan seperti ciki dan biskuit kemasan mengandung akrilamida akibat proses pemanggangan pabrik dengan suhu ekstrem. Selain zat kimia tersebut, makanan ini biasanya mengandung gula rafinasi dan pengawet tambahan.
Mengganti camilan pabrikan dengan olahan rumah berbahan gandum utuh dapat menjadi langkah pencegahan yang efektif.
3. Roti Panggang Berwarna Gelap
Warna cokelat gelap pada permukaan roti panggang menandakan konsentrasi akrilamida yang tinggi. Semakin gosong permukaan roti, semakin besar risiko paparan zat karsinogen bagi tubuh.
Konsumen sebaiknya memanggang roti hingga berwarna cokelat muda keemasan saja untuk mengurangi risiko kesehatan.
4. Produk Kopi Instan dan Sangrai
Proses penyangraian (
roasting
) biji kopi menghasilkan akrilamida, terutama pada tahap awal. Data menunjukkan bahwa kopi instan dalam bentuk bubuk memiliki kadar akrilamida yang lebih tinggi dibandingkan kopi seduh.
Memilih biji kopi dengan tingkat sangrai ringan (
light roast
) dapat meminimalisir asupan zat kimia ini ke dalam tubuh.
5. Sereal Sarapan Modern
Banyak produk sereal sarapan seperti
corn flakes
melalui proses pengolahan suhu tinggi untuk mendapatkan tekstur yang renyah. Sereal yang mengandung banyak gula dan berwarna kecokelatan memiliki risiko akrilamida lebih tinggi.
Ahli gizi menyarankan konsumsi biji-bijian yang diolah secara tradisional, seperti oat atau bubur kacang hijau, sebagai alternatif sarapan yang lebih aman.
Baca Juga:
Kanker Paru Serang Pasien Usia Muda di Indonesia
Tips Pengolahan Makanan yang Aman
Masyarakat dapat menurunkan kadar akrilamida dengan merendam kentang dalam air selama 15 hingga 30 menit sebelum memasaknya.
Metode memasak seperti mengukus atau merebus tidak menghasilkan akrilamida karena suhu air tidak mencapai titik ekstrem yang memicu reaksi kimia tersebut.
Selain itu, konsumsi sayuran hijau yang kaya akan klorofil dapat membantu tubuh menetralkan dampak karsinogen dari lingkungan.
(*Sr)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.