faktakalbar

Hujan Deras dan Pasang Laut, Banjir Rob Terjang 12 Kecamatan di Kabupaten Sambas

Penulis: Redaksi Friday, 12 December 2025 📖 1 menit
Hujan Deras dan Pasang Laut, Banjir Rob Terjang 12 Kecamatan di Kabupaten Sambas
Faktakalbar.id, SAMBAS – Bencana hidrometeorologi kembali melanda wilayah pesisir Kalimantan Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) melaporkan kejadian Banjir Rob Sambas yang cukup meluas, merendam permukiman warga di belasan kecamatan. Peristiwa ini dipicu oleh kombinasi curah hujan intensitas tinggi yang terjadi terus-menerus disertai fenomena pasang air laut maksimum. Baca Juga: Pasang Laut Tinggi, Banjir Rob Selakau Sambas Lebih Parah dari Sebelumnya Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS) BNPB, banjir rob mulai menggenangi wilayah Kabupaten Sambas sejak Senin (8/12) sekitar pukul 06.00 WIB. Hingga laporan terakhir dimutakhirkan pada Kamis (11/12) pagi, dampak genangan air dilaporkan cukup signifikan dan menyebar di wilayah yang luas. 12 Kecamatan Terdampak Data lapangan mencatat bahwa Banjir Rob Sambas ini berdampak pada 12 kecamatan sekaligus. Wilayah-wilayah yang terendam meliputi Kecamatan Selakau, Pemangkat, Tebas, Tangaran, Sebawi, Teluk Keramat, Paloh, Sajingan Besar, Jawai Selatan, Jawai, Sambas, dan Sejangkung. Genangan air yang masuk ke permukiman warga bervariasi, dengan ketinggian muka air diperkirakan berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter. Kondisi ini tentunya mengganggu aktivitas harian masyarakat dan mobilitas di wilayah terdampak. Ratusan Rumah Terendam Dampak material akibat bencana ini juga cukup besar. Tercatat sebanyak 160 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh naiknya air pasang. Kerugian material meliputi 160 unit rumah warga yang terendam dan satu fasilitas pendidikan yang turut terdampak genangan. Baca Juga: Air Pasang Menggila, SPBU di Tepian Sungai Kakap ‘Tenggelam’ Dihantam Banjir Rob Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas telah turun ke lapangan untuk melakukan monitoring intensif dan pendataan lebih lanjut mengenai jumlah korban serta kerusakan infrastruktur. “BPBD telah melakukan monitoring dan pendataan di lokasi terdampak. Kondisi terkini pada Rabu (10/11), air masih menggenang di Desa Parit Baru dengan ketinggian 30 cm,” tulis laporan resmi BNPB. Meskipun di beberapa titik air mulai menunjukkan tanda-tanda surut, masyarakat, khususnya yang bermukim di pesisir sungai dan pantai, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi pasang air laut susulan, mengingat cuaca yang masih dinamis. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK