Hujan Deras Enam Jam Picu Sungai Meluap, Ratusan Jiwa Terdampak Banjir di Jember
Faktakalbar.id, JEMBER -
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB) melaporkan terjadinya peristiwa bencana hidrometeorologi basah berupa banjir di Jember, Provinsi Jawa Timur, pada awal Maret 2026.
Bencana alam ini dipicu oleh intensitas curah hujan yang sangat tinggi dan mengguyur wilayah tersebut selama lebih dari enam jam berturut-turut pada Senin (2/3/2026).
Baca Juga:
Laporan Bencana BNPB: Puting Beliung Landa Tapin, 61 KK Terdampak Banjir di Malang
Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, hujan deras yang mulai turun sejak pukul 13.30 WIB tersebut menyebabkan peningkatan volume dan debit air secara drastis pada aliran Sungai Dinoyo, Sungai Kaliputih, Sungai Badean, serta Sungai Kalijompo.
Puncaknya, pada pukul 18.30 WIB, keempat sungai utama tersebut tidak lagi mampu menampung debit air sehingga meluap dan membawa air berwarna cokelat yang bercampur material lumpur masuk merendam area permukiman warga.
Bencana banjir di Jember ini tercatat memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap aktivitas dan tempat tinggal masyarakat setempat.
Genangan air dengan Tinggi Muka Air (TMA) yang bervariasi antara 40 hingga 70 sentimeter dilaporkan melanda kawasan empat desa dan dua kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Panti, Kecamatan Rambipuji, dan Kecamatan Kaliwates.
Data asesmen sementara yang dihimpun oleh petugas gabungan di lapangan mencatat sebanyak 132 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 435 jiwa terdampak secara langsung oleh luapan air berlumpur tersebut.
Baca Juga:
30 Hektar Lahan Swasta Ludes, Karhutla Aceh Singkil Jadi Atensi BNPB
Dari total warga yang terdampak, sedikitnya terdapat 111 jiwa yang terpaksa harus dievakuasi dan mengungsi ke tiga titik lokasi pengungsian aman yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah.
Merespons kedaruratan tersebut, tim reaksi cepat dari BPBD Kabupaten Jember segera diturunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan proses pendataan yang akurat dan penanganan langsung terhadap warga terdampak.
Para petugas BPBD bekerja sama secara sinergis dengan berbagai dinas terkait serta dibantu oleh para relawan dari unsur Desa Tangguh Bencana (Destana).
Tim gabungan ini secara cepat mendistribusikan berbagai bantuan logistik mendesak, seperti pasokan permakanan, matras, dan selimut bagi warga yang berada di tempat pengungsian maupun mereka yang memilih untuk tetap bertahan di rumah masing-masing.
Kondisi terkini di lapangan menunjukkan bahwa genangan banjir telah berangsur surut. Seiring dengan surutnya air, para pengungsi telah kembali ke rumah mereka.
Warga setempat kini mulai bergotong royong secara mandiri untuk membersihkan area dalam rumah maupun lingkungan sekitar dari sisa-sisa material lumpur yang terbawa oleh arus banjir.
Menyikapi kejadian ini, pihak BNPB terus mendorong masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah bantaran sungai, untuk selalu memantau ketinggian muka air dan melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan lebat dengan durasi yang lama guna menghindari timbulnya korban jiwa.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.