faktakalbar

Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Tapanuli Utara, Tiga Rumah Hanyut Tersapu Air

Penulis: Redaksi Saturday, 25 April 2026 📖 1 menit
Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Tapanuli Utara, Tiga Rumah Hanyut Tersapu Air
Faktakalbar.id, TAPANULI UTARA — Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang menerjang wilayah Desa Simangumban Julu dan Desa Aek Nabara di Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara . Peristiwa banjir bandang di Tapanuli Utara ini terjadi pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 18.20 WIB dan mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang sangat masif di kawasan permukiman penduduk. Baca Juga:  Sungai Ensabal Meluap, Banjir di Parindu Sanggau Rendam Sekolah hingga Jalan Desa Berdasarkan pendataan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ), insiden ini dipicu oleh turunnya hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dalam durasi yang cukup lama. Debit air yang meluap tak terkendali akhirnya memicu air bah yang menyapu permukiman. Akibat terjangan banjir bandang di Tapanuli Utara ini, tercatat sebanyak 150 Kepala Keluarga (KK) dan 150 unit rumah tempat tinggal warga terdampak langsung. Selain itu, satu orang warga dilaporkan mengalami luka-luka. Kerugian material yang ditimbulkan akibat bencana alam ini tergolong parah. Laporan di lapangan menyebutkan bahwa tiga unit rumah warga hanyut terbawa derasnya arus banjir. Tidak hanya itu, satu akses jembatan penghubung antardesa dilaporkan hilang tersapu air, sementara satu bangunan fasilitas ibadah berupa musala dan satu fasilitas pendidikan turut rusak terdampak terjangan banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Utara bersama unsur terkait langsung merespons situasi dengan melakukan asesmen di lokasi terdampak. Petugas kebencanaan berkoordinasi intensif dengan pemerintah tingkat kecamatan serta aparat desa setempat guna memastikan langkah penanganan darurat berjalan optimal. Kondisi terkini yang dilaporkan hingga Kamis (23/4), jaringan distribusi listrik di lokasi bencana masih dalam keadaan padam total. Baca Juga:  Sungai Welang Meluap, Banjir di Kota Pasuruan Rendam Tujuh Kelurahan Untuk mengamankan warga dari potensi bahaya susulan, otoritas setempat telah menetapkan titik pengungsian. Saat ini, Gereja GKPA Simangumban serta Kantor Desa Aek Nabara dijadikan sebagai tempat pengungsian sementara bagi warga yang rumahnya hancur. BNPB mengimbau masyarakat di sekitar bantaran sungai untuk segera melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi aman apabila terjadi hujan berdurasi lama. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK