faktakalbar

Hujan Deras Picu Sungai Meluap, Banjir Melanda Kabupaten Bogor Rendam 5 Kecamatan

Penulis: Redaksi Sunday, 19 April 2026 📖 2 menit
Hujan Deras Picu Sungai Meluap, Banjir Melanda Kabupaten Bogor Rendam 5 Kecamatan
Faktakalbar.id, BOGOR — Tingginya intensitas curah hujan dalam durasi yang cukup lama memicu meluapnya aliran sungai hingga merendam permukiman warga pada hari Sabtu (18/4/2026). Peristiwa banjir melanda Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, ini berdampak luas hingga mencakup lima wilayah kecamatan dan menyebakan ribuan jiwa terdampak. Baca Juga:  BNPB: Rentetan Kejadian Bencana Alam Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Laporan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) menyebutkan bahwa debit air sungai yang tidak mampu menampung volume air hujan langsung meluber ke area perumahan penduduk. Lima kecamatan yang terendam banjir meliputi Kecamatan Jasinga, Parung Panjang, Rumpin, Tenjo, dan Cigudeg. Secara lebih rinci, sebaran air bah ini merendam tujuh desa di wilayah-wilayah tersebut. Desa yang terdampak antara lain Desa Barengkok dan Pangaur (Kecamatan Jasinga), Desa Dago dan Jagabaya (Kecamatan Parung Panjang), Desa Kampung Sawah (Kecamatan Rumpin), Desa Ciomas (Kecamatan Tenjo), serta Desa Rengasjajar (Kecamatan Cigudeg). Berdasarkan data kaji cepat sementara dari tim di lapangan, total warga yang terdampak banjir melanda Kabupaten Bogor ini mencapai 469 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 1.614 jiwa. Dalam proses evakuasi darurat, sebanyak 23 jiwa dari 6 KK terpaksa harus mengungsi, sementara 6 jiwa dari 2 KK dilaporkan berada dalam kondisi terancam keselamatannya. Selain itu, petugas juga mencatat adanya 1 orang warga yang mengalami luka ringan akibat insiden ini. Kerugian materiil yang ditimbulkan oleh bencana ini tergolong masif. Sebanyak 467 unit rumah warga tercatat ikut terendam banjir, disusul 2 fasilitas pendidikan, 4 infrastruktur jembatan, serta rusaknya 3 titik Tembok Penahan Tanah (TPT). Baca Juga:  BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Terjang Enam Kabupaten di Indonesia Memasuki hari Minggu (19/4/2026), kondisi genangan air di lokasi kejadian dilaporkan mulai berangsur surut. Sebagian besar warga yang terdampak telah kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan. Akses jalan dan jembatan yang sebelumnya tertutup juga sudah dapat dilalui oleh kendaraan. Meski demikian, sejumlah warga khususnya di wilayah Desa Rengasjajar masih bertahan di posko pengungsian Masjid Al-Kautsar karena rumah mereka masih dipenuhi endapan lumpur tebal. Ke depan, BNPB mengingatkan masyarakat Jawa Barat akan potensi hujan lebat yang diprediksi masih akan terjadi hingga tanggal 21 April mendatang. Warga yang berada di kawasan rawan bencana hidrometeorologi diimbau untuk terus menjaga kebersihan saluran air serta memastikan kelancaran sistem drainase lingkungan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK