faktakalbar

Hujan Ekstrem Picu Tanah Longsor di Lombok Barat, Lima KK Mengungsi ke Rumah Kerabat

Penulis: Redaksi Wednesday, 29 April 2026 📖 2 menit
Hujan Ekstrem Picu Tanah Longsor di Lombok Barat, Lima KK Mengungsi ke Rumah Kerabat
Faktakalbar.id, LOMBOK BARAT — Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lombok Barat , Provinsi Nusa Tenggara Barat secara terus-menerus memicu terjadinya tanah longsor di Desa Gunung Sari. Bencana tersebut memaksa sejumlah warga mengungsi lantaran kondisi tanah yang labil dan mengancam keselamatan permukiman. Baca Juga:  Tangani Kebakaran Lahan di Batanghari BNPB Keluarkan Peringatan Siaga Cuaca Ekstrem Nasional Berdasarkan laporan pemutakhiran data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ), rentetan peristiwa bermula dari curah hujan tinggi yang berlangsung pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 15.00 WITA. Kondisi cuaca ini memicu longsoran awal di wilayah Kecamatan Gunung Sari. Puncaknya, fenomena tanah labil menyebabkan tanah longsor di Desa Gunung Sari, tepatnya di kawasan Dusun Balekuwu pada pukul 17.15 WITA. "Tercatat lima kepala keluarga (KK) terdampak mengungsi ke tempat kerabat," ungkap laporan BNPB pada Rabu (29/4/2026). Kerugian materiel yang ditimbulkan dari peristiwa tanah longsor ini meliputi lima unit rumah milik warga serta rusaknya satu akses jalan utama yang tertutup material. Baca Juga:  Diguyur Hujan Deras, Tanah Longsor di Kabupaten Bogor Rusak Belasan Rumah dan Akses Jalan Merespons kondisi darurat tersebut, BPBD Provinsi NTB langsung berkoordinasi secara intensif dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat guna melakukan pelaporan, kaji cepat, serta penyebaran informasi kepada warga sekitar. Hingga pantauan hari Selasa (28/4/2026), kondisi cuaca di lokasi kejadian dilaporkan sudah berangsur membaik. Namun demikian, kondisi struktur tanah di sekitar titik longsor masih dikategorikan labil. "Material longsor sebagian belum bisa dibersihkan dan akses jalan masih terganggu," catat BNPB. Untuk alasan keselamatan, warga terdampak saat ini belum diperbolehkan kembali ke rumah dan masih menumpang di kediaman kerabatnya. Secara umum, situasi di lokasi longsor dalam keadaan aman dan terkendali. Kendati demikian, pihak BPBD setempat tetap mengeluarkan imbauan kepada warga terkait adanya potensi longsor susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu jika wilayah tersebut kembali diguyur hujan deras. Sejalan dengan hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca periode 29 hingga 30 April 2026 yang menyebutkan bahwa cuaca di Indonesia umumnya masih didominasi hujan ringan hingga lebat, sehingga kewaspadaan ekstra sangat diperlukan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK