faktakalbar

Hujan Lebat Picu Banjir di Musi Rawas Utara Ribuan Rumah Warga Terendam

Penulis: Redaksi Friday, 08 May 2026 📖 2 menit
Hujan Lebat Picu Banjir di Musi Rawas Utara Ribuan Rumah Warga Terendam
Faktakalbar.id, MUSI RAWAS UTARA – Banjir merendam ribuan unit rumah warga di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan, pada Kamis (7/5/2026). Peristiwa banjir Musi Rawas Utara ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan, mulai dari sedang hingga lebat, yang mengguyur wilayah tersebut. Baca Juga:  Update Bencana Nasional: Longsor Terjang Agam dan Banjir Rendam Tangerang, Satu Warga Dilaporkan Tewas Berdasarkan laporan terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) yang dirilis dalam periode pemantauan hingga Jumat (8/5/2026), wilayah terdampak genangan air sangat luas. Cakupan daerah yang terendam mencapai 16 desa dan 1 kelurahan yang tersebar di dua kecamatan berbeda. Rincian wilayah terdampak di Kecamatan Karang Jaya meliputi Desa Lubuk Kumbung, Sukaraja, Muara Batang Empu, Rantau Telang, Tanjung Agung, Sukamenang, Muara Tiku, Terusan, Embacang, dan Kelurahan Karang Jaya. Sementara itu, untuk wilayah Kecamatan Rupit, air merendam Desa Tanjung Beringin, Noman, Noman Baru, Batu Gajah, Batu Gajah Baru, Maur Lama, dan Maur Baru. Hasil kaji cepat sementara di lapangan menunjukkan bahwa banjir Musi Rawas Utara ini berdampak langsung pada 11.468 jiwa yang tergabung dalam 2.867 kepala keluarga (KK). Seluruh warga terdampak tersebut harus menghadapi kenyataan bahwa 2.867 unit rumah mereka turut tergenang air dengan ketinggian yang bervariasi. Hingga saat ini, debit air dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda surut. Kondisi air bahkan masih dalam fase pasang, khususnya di kawasan Kecamatan Karang Jaya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mengeluarkan laporan peringatan dini terkait potensi perluasan area banjir menuju wilayah Kecamatan Rupit, Karang Dapo, dan Rawas Ilir. Baca Juga:  Banjir di Kabupaten Bogor Rendam Ratusan Rumah Imbas Proyek Normalisasi Kali Kondisi ini mendapat perhatian khusus seiring prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa potensi hujan lebat masih berpeluang terjadi di sebagian wilayah Sumatera untuk dua hari ke depan. Hujan tersebut berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang yang dapat memicu bencana hidrometeorologi basah lanjutan. Menghadapi ancaman ini, BNPB mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah rawan banjir serta bantaran sungai, untuk memantau prakiraan cuaca secara berkala. Warga diminta segera melakukan langkah antisipasi dengan membersihkan saluran drainase dan bersiap melakukan evakuasi mandiri apabila hujan deras berlangsung secara terus-menerus lebih dari satu jam. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK