Ibadah Fisik Berat, 1.504 Calon Jemaah Haji Pontianak Jalani Tes Kebugaran Jasmani
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Sebanyak 1.504 calon jemaah haji asal Kota Pontianak mulai menjalani rangkaian pemeriksaan
kesehatan
haji secara intensif.
Proses ini merupakan syarat mutlak untuk penetapan status istitha’ah (kemampuan) sebelum jemaah diperbolehkan melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji tahun ini.
Baca Juga:
Pemulangan Jemaah Haji Pontianak 2025 Berjalan Lancar, Bahasan: “Alhamdulillah, Semua Sehat”
Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara bertahap, mulai dari tingkat pertama di
Puskesmas
hingga tes kebugaran jasmani yang dipusatkan di Asrama Haji Pontianak.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak
, Saptiko, menegaskan bahwa aturan ini berlaku bagi seluruh jemaah, baik yang masuk kuota keberangkatan utama maupun cadangan.
Alur Pemeriksaan Menentukan Pelunasan
Saptiko menjelaskan bahwa proses screening kesehatan tahun ini sangat krusial karena terintegrasi langsung dengan sistem perbankan.
“Pemeriksaan kesehatan haji dimulai dari pemeriksaan tingkat pertama di puskesmas. Setelah itu dilanjutkan dengan Medical Check Up (MCU) di rumah sakit,” ujarnya saat meninjau lokasi tes kebugaran, Kamis (15/1/2026).
Data hasil pemeriksaan akan diinput ke dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan.
Jika status istitha’ah belum keluar atau dinyatakan tidak memenuhi syarat, maka jemaah tidak dapat melunasi biaya haji. Bagi jemaah dengan penyakit tertentu yang masih bisa ditangani, akan dirujuk terlebih dahulu ke dokter spesialis.
“Setelah dilakukan pengobatan dan kondisinya membaik, jemaah akan menjalani pemeriksaan ulang untuk penetapan istitha’ah,” jelas Saptiko.
Pemeriksaan Lebih Ketat: Fokus Kognitif dan Mental
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pemeriksaan kesehatan haji tahun ini dilakukan dengan standar yang lebih ketat.
Dinas Kesehatan tidak hanya memeriksa kondisi fisik, tetapi juga aspek kognitif, daya ingat, dan tingkat kemandirian jemaah.
“Jemaah haji diharapkan benar-benar mampu mengurus dirinya sendiri selama menjalankan ibadah. Gangguan yang mempengaruhi kognitif, daya ingat, maupun kesehatan jiwa menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Hal ini dilakukan mengingat jumlah calon jemaah haji Kota Pontianak meningkat dua kali lipat akibat kebijakan pemangkasan masa tunggu, sehingga kesiapan mental dan fisik menjadi prioritas utama keselamatan jemaah di Tanah Suci.
Baca Juga:
Pelepasan Jemaah Haji Pontianak: Pemkot Beri Bantuan dan Dampingi Hingga Keberangkatan
Tes Kebugaran Jasmani
Selain pemeriksaan medis, tes kebugaran jasmani juga digelar selama delapan hari, mulai 14 hingga 27 Januari 2026. Tes ini bertujuan mengukur ketahanan fisik jemaah mengingat ibadah haji didominasi oleh aktivitas fisik yang berat.
“Melalui tes kebugaran ini, jemaah diharapkan dapat mengetahui kondisi fisiknya. Masih ada waktu sekitar tiga bulan untuk meningkatkan kebugaran melalui olahraga rutin, pola makan bergizi, dan istirahat yang cukup,” ungkap Saptiko.
Dinas Kesehatan juga mengimbau jemaah perempuan usia subur untuk menjaga kondisi agar tidak terjadi kehamilan menjelang keberangkatan, karena hal tersebut dapat membatalkan atau menunda keberangkatan haji.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.