faktakalbar

Ibu-Ibu Desa Pelapis Olah Hasil Laut Tingkatkan Ekonomi Pesisir Kepulauan Karimata

Penulis: Redaksi Wednesday, 06 May 2026 📖 2 menit
Ibu-Ibu Desa Pelapis Olah Hasil Laut Tingkatkan Ekonomi Pesisir Kepulauan Karimata
Faktakalbar.id, KAYONG UTARA - Program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui pengolahan hasil laut di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, berhasil meningkatkan pendapatan puluhan ibu rumah tangga. Sinergi antara masyarakat dan PT Dharma Inti Bersama ( PT DIB ) selaku pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) ini fokus mengolah tangkapan nelayan menjadi produk bernilai jual tinggi. Baca Juga:  Gandeng IPB, PT DIB Latih 64 Ibu-Ibu Desa Pelapis Olah Ikan Jadi Bakso dan Nugget Bernilai Ekonomis Puluhan perempuan di wilayah kepulauan tersebut kini terlibat aktif dalam memproduksi bakso ikan, nugget, hingga lele marinasi. Program ini menjadi solusi atas keterbatasan lapangan pekerjaan sekaligus memaksimalkan potensi sumber daya laut setempat. Ketua Kelompok Bakso Ikan Dusun Raya, Mardiana, menyatakan program ini membuka ruang produktivitas baru bagi perempuan pesisir. “Awalnya saya diajak oleh teman-teman untuk membentuk kelompok. Kebetulan di pulau tempat tinggal kami memang minim lapangan pekerjaan, ada juga diberikan saran oleh tim CSR PT DIB membuat bakso ikan, saya sangat tertarik dan memutuskan untuk ikut,” ujarnya, awal Mei 2026. Saat ini, kelompok tersebut rutin memproduksi olahan dua hingga tiga kali dalam seminggu. “Biasanya kami mulai bekerja dari jam 09.00 pagi dan selesai sekitar jam 12.00 atau jam 13.00 siang. Tugas utama saya di bagian pengukusan. Setelah adonan ikan digiling dan dibentuk jadi bulatan-bulatan bakso dalam jumlah banyak, sayalah yang bertanggung jawab mengukus sampai matang,” ujarnya. Baca Juga:  DPRD Kayong Utara Dukung Investasi PT DIB Harita Group, Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal Mardiana mengaku tambahan penghasilan dari penjualan ini sangat membantu keluarganya. “Sejauh ini saya sudah dua kali terima bagi hasil. Penghasilan ini sangat membantu dapur tetap ngepul. Saya bisa membantu suami memenuhi kebutuhan harian, terutama sewaktu suami belum mengirimkan uang. Uang ini biasanya saya gunakan untuk membeli bahan makanan, sabun, garam, dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” katanya. Ketua Kelompok Nugget Ikan, Latipah, turut merasakan manfaat serupa dari program pemberdayaan ini. “Daripada hanya diam di rumah, lebih baik berkumpul dengan ibu-ibu lain untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai jual. Dari bagi hasil penjualan nugget, saya mendapatkan tambahan uang tunai. Biarpun jumlahnya belum tetap setiap bulannya, tapi jumlah ratusan ribu rupiah yang kami terima sangat berarti buat kami yang tinggal di pulau,” katanya. Seluruh produk olahan ini dipasarkan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di KIPP, sebuah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang disiapkan sebagai pusat pengolahan bauksit. Baca Juga:  Gandeng IPB, PT DIB Latih 64 Ibu-Ibu Desa Pelapis Olah Ikan Jadi Bakso dan Nugget Bernilai Ekonomis External Relation Manager PT DIB, Sugeng Sulistiyo, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mengatasi stagnasi pendapatan nelayan akibat keterbatasan metode pengolahan. “Kami melihat potensi besar pada perempuan pesisir yang selama ini perannya dalam ekonomi keluarga masih bisa dioptimalkan, padahal mereka adalah kunci perubahan di tingkat rumah tangga,” jelasnya. Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat kini mampu memproduksi olahan berstandar keamanan pangan. Kapasitas produksi kolektif saat ini mencapai 200 kilogram per bulan, yang berdampak pada peningkatan pendapatan anggota hingga 40 persen. Ke depan, PT DIB berkomitmen mengembangkan keberlanjutan program ekonomi masyarakat pesisir ini melalui penguatan infrastruktur pendukung, termasuk memastikan penyediaan listrik yang stabil dan manajemen pasokan bahan baku yang lebih terstruktur. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK