ICMI Desak Pemerintah dan Aparat Usut Tuntas Kericuhan Demonstrasi, Ingatkan Pentingnya Empati dan Persatuan
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Selasa (26/08/2025).
Gelombang demonstrasi yang mengguncang berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Pontianak, mendapat perhatian serius dari Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (
ICMI
).
Baca Juga:
ICMI Serukan Sikap Bijak, Desak Presiden Ambil Langkah Cepat Atasi Gejolak Nasional
Ketua Umum ICMI, Arief Satria, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kericuhan yang berujung kerusakan fasilitas publik hingga menelan korban jiwa.
“ICMI menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi politik dan gelombang demonstrasi yang memakan korban jiwa. Kami mendesak aparat hukum untuk mengusut tuntas peristiwa ini secara transparan dan adil,”
tegas Arief Satria dalam pernyataan resminya.
Kematian seorang pengemudi ojek online di tengah aksi demonstrasi disebut menjadi luka mendalam bagi bangsa. Arief menekankan agar aparat menindak siapa pun yang bertanggung jawab tanpa pandang bulu.
Menurutnya, keadilan yang ditegakkan tanpa kompromi menjadi kunci pemulihan kepercayaan masyarakat.
ICMI juga mendesak Presiden agar mengambil langkah cepat, tegas, dan bijaksana demi mencegah perpecahan serta memulihkan stabilitas politik, keamanan, dan ekonomi.
“Rakyat membutuhkan kepastian bahwa negara hadir melindungi mereka,”
ujarnya.
Selain itu, ICMI menyoroti sikap sebagian pejabat dan wakil rakyat yang dinilai kurang berempati.
Arief meminta pejabat menghentikan pamer kemewahan atau tuntutan kenaikan tunjangan yang berlebihan di tengah kesulitan rakyat.
“Sensitivitas sosial adalah kunci meredam kemarahan publik,”
tegasnya.
Baca Juga:
ICMI Kalbar Tinjau Wilayah Pertambangan Rakyat di Kapuas Hulu, Dorong Penyusunan Dokumen Rencana Reklamasi Pasca Tambang
Di bidang ekonomi, ICMI menilai kebijakan fiskal pemerintah perlu dievaluasi agar lebih berpihak kepada rakyat kecil. Arief menekankan kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama.
Terkait hak demokratis masyarakat, ICMI menegaskan bahwa demonstrasi merupakan hak konstitusional, namun harus dijalankan secara damai.
Aparat diminta mengedepankan dialog, bukan kekerasan, sementara demonstran diingatkan agar tidak terjebak dalam tindakan anarkis.
Arief juga mengingatkan agar semua pihak waspada terhadap provokasi dan menolak upaya pihak tertentu yang menunggangi aksi untuk kepentingan politik sempit.
“Keberagaman dan persaudaraan adalah aset terbesar bangsa yang harus dijaga,”
katanya.
Sebagai penutup, ICMI menyerukan seluruh elemen bangsa untuk kembali pada nilai luhur Pancasila sebagai kompas moral dalam menghadapi krisis politik dan sosial.
(ra)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.