faktakalbar

ICW Desak KPK Usut Pengakuan Korupsi Ketua Apkasi

Penulis: Redaksi Saturday, 24 January 2026 📖 1 menit
ICW Desak KPK Usut Pengakuan Korupsi Ketua Apkasi
Faktakalbar.id, NASIONAL - Indonesia Corruption Watch ( ICW ) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Bursah Zanubi . Desakan ini muncul setelah Bursah melontarkan pernyataan yang menyebut tidak ada bupati yang bersih dari korupsi. Bursah menyampaikan komentar tersebut saat menanggapi kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pati, Sudewo. Ia menganggap praktik rasuah di kalangan pejabat daerah sebagai hal yang lumrah. “Jadi, di antara kita itu tidak ada yang enggak korupsi. Ada yang kecil, besar, ada yang sial dan ada yang nggak sial,” ucap Bursah. Baca Juga:  Bupati Pati Ditangkap KPK, Warga: Doa Kami Terjawab Sinyal Pengakuan Dosa Peneliti ICW, Yassar Aulia, menilai pernyataan Bursah sangat serius. Ia meminta penyidik KPK segera memanggil yang bersangkutan untuk mengklarifikasi maksud ucapannya. ICW mencurigai kalimat itu sebagai bentuk pengakuan dosa kolektif dari para kepala daerah. KPK perlu mendalami pengetahuan Bursah mengenai peta korupsi di level pemerintahan kabupaten. Jika pernyataan tersebut berdasar pada fakta, penyidik dapat menjadikannya pintu masuk untuk membongkar jaringan korupsi kepala daerah lainnya. Dalih Gaji Kecil Bursah beralasan bahwa gaji bupati yang minim menjadi pemicu utama tindakan korupsi . Ia menyebut pendapatan resmi bupati hanya sebesar Rp5,7 juta per bulan. Bursah mengaku pernah meminta Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian , untuk menambah dana operasional bupati hingga Rp400 juta sebagai solusi pencegahan. Baca Juga:  Jadi Tersangka KPK, Bupati Pati Sudewo Mengaku Dikorbankan Publik mengecam pernyataan tersebut karena seolah membenarkan tindakan melanggar hukum dengan alasan kesejahteraan. ICW menegaskan bahwa pejabat negara wajib menjaga integritas tanpa memandang besaran gaji. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK