faktakalbar

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat Selasa 18 Agustus 2026

Simak Prediksi Pergerakan Indeks Saham Beserta Rekomendasi Pilihan Analis Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Simak proyeksi teknikal, tiga katalis utama pasar, serta rekomendasi saham pilihan analis.

Penulis: Rama 📍 Jakarta Tuesday, 18 August 2026 📖 3 menit
IHSG Berpotensi Lanjut Menguat Selasa 18 Agustus 2026
Ilustrasi. (Dok. Pixabay)

Faktakalbar.id - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpotensi untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa (18/8/2026). Proyeksi positif ini mengemuka setelah pada penutupan perdagangan Jumat pekan sebelumnya, indeks saham domestik mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 1,59 persen hingga berhasil parkir di level 6.401,888.

Berdasarkan analisis teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, pergerakan IHSG pada hari Selasa ini masih memiliki peluang untuk bergerak di zona hijau. Herditya memprediksi rentang pergerakan indeks akan berada pada batas area support 6.324 dan area resistance di posisi 6.425.

"Untuk Selasa posisi pergerakan IHSG masih berpeluang menguat dengan support 6.324 dan resist 6.425," ungkap Herditya saat memberikan keterangan resmi mengenai arah pasar saham domestik.

Pergerakan pasar saham tanah air pada pekan ini diproyeksikan bakal sangat dipengaruhi oleh tiga katalis utama pasar. Faktor pertama adalah sikap para investor yang tengah menantikan pengumuman keputusan besaran suku bunga acuan atau BI Rate dari Bank Indonesia (BI). Kebijakan moneter tersebut dijadwalkan akan diumumkan pada pekan ini, di mana konsensus pasar memperkirakan BI Rate masih akan dipertahankan pada kisaran level 5,75 persen.

Faktor kedua yang turut dicermati oleh para pelaku pasar adalah dampak dari pengumuman rebalancing atau peninjauan berkala (review) dari lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pengumuman ini dinilai akan memengaruhi arus keluar-masuk dana asing (foreign flow) di pasar saham Indonesia. Sementara itu, faktor ketiga yang menjadi fokus perhatian pasar adalah penantian rilis risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC Minutes) guna membaca petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed ke depannya.

"Untuk sentimen kami perkirakan akan dipengaruhi oleh investor akan menanti BI Rate yg berlangsung pekan ini, dimana diperkirakan masih akan bertahan pada level 5,75 persen. Investor juga mencermati dampak dari pengumuman MSCI thd flow di IHSG. Investor juga menanti FOMC Minutes akan kebijakan The Fed ke depannya," jelas Herditya lebih lanjut.

Seiring dengan dinamika pasar tersebut, Herditya memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dapat dicermati oleh investor ritel untuk perdagangan Selasa ini. Rekomendasi tersebut mencakup saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan target harga pada kisaran Rp 9.575 hingga Rp 9.975. Selanjutnya, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diproyeksikan menuju target harga Rp 3.140 sampai Rp 3.190, serta saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dengan proyeksi target harga berada di rentang Rp 935 hingga Rp 975.

Selain rekomendasi di atas, sejumlah analis sekuritas lainnya turut memaparkan analisis teknikal dan strategi perdagangan untuk beberapa saham unggulan pasar modal pada perdagangan hari ini:

1. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

Saham TLKM mencatatkan penguatan sebesar 1,16 persen dan ditutup di level Rp 2.620 pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memaparkan bahwa pergerakan harga saham TLKM secara teknikal telah membentuk pola upward bar. Pergerakan ini turut ditopang oleh indikator Relative Strength Index (RSI) yang mengindikasikan sinyal positif serta adanya peningkatan volume transaksi perdagangan. Nafan merekomendasikan strategi akumulasi beli untuk saham TLKM.

  • Rekomendasi: Akumulasi Beli
  • Level Support: Rp 2.510
  • Level Resistance: Rp 2.800

2. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

Pergerakan harga saham INDF dinilai masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren kenaikan. Kendati demikian, volume perdagangan yang tercatat cenderung mengecil imbauan agar investor tetap berhati-hati terhadap potensi pembalikan arah tren (trend reversal) dalam waktu dekat. Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, merekomendasikan strategi trading buy untuk INDF dengan target resistance terdekat pada kisaran Rp 7.725. Pada perdagangan Jumat (14/8/2026), saham INDF tercatat menguat 1,02 persen ke posisi Rp 7.425.

  • Rekomendasi: Trading Buy
  • Level Support: Rp 7.275
  • Level Resistance: Rp 7.725

(Disclaimer: Seluruh rincian rekomendasi saham dalam artikel ini berasal dari analisis teknikal analis sekuritas dan tidak bersifat ajakan mutlak untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi investor).

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK