IHSG Fluktuatif di Awal Sesi 9 September 2026: Sempat Menguat ke 6.700, Lalu Berbalik Melemah
Tekanan Sektor Kesehatan dan Teknologi Tahan Pergerakan Pasar, Rupiah Justru Menguat Tipis ke Rp 17.610 per Dolar AS
Faktakalbar.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/9/2026). Sempat dibuka menguat di level 6.700, IHSG berbalik melemah tipis ke posisi 6.685,49 di tengah tekanan sektor kesehatan dan teknologi.
Faktakalbar.id - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau fluktuatif pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/9/2026). Sempat dibuka di zona hijau pada level 6.700,84 atau naik 0,22 persen dibandingkan penutupan sebelumnya, IHSG berbalik arah ke zona merah tidak lama setelah pembukaan.
Pada pukul 09.03 WIB, IHSG tercatat melemah tipis 0,01 persen ke level 6.685,49. Tekanan utama yang menahan laju IHSG berasal dari penurunan sejumlah indeks sektoral, di antaranya IDX Kesehatan, IDX Konsumer Primer, IDX Teknologi, serta IDX Barang Konsumer Non-Primer.
Aktivitas perdagangan awal sesi mencatatkan volume transaksi mencapai 2,3 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 959,07 miliar. Sebanyak 181 saham tercatat melemah, 296 saham menguat, dan 233 saham lainnya bergerak stagnan.
Jajaran Saham LQ45 Top Gainers dan Top Losers
Sejumlah saham penghuni indeks LQ45 menjadi penekan utama pergerakan pasar. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) memimpin koreksi dengan penurunan sebesar 2,10 persen ke posisi Rp 3.270 per saham.
Pelemahan ini disusul oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang merosot 1,92 persen menjadi Rp 510 per saham, serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang terkoreksi 0,88 persen ke level Rp 224 per saham.
Di sisi lain, beberapa saham LQ45 tampil menanjak dan mampu menahan pelemahan IHSG lebih dalam:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Naik 2,36 persen ke Rp 4.780 per saham.
- PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL): Menguat 1,56 persen ke Rp 975 per saham.
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Terkerek 1,07 persen menjadi Rp 945 per saham.
Rupiah Menguat, Bursa Asia Bervariasi
Berbanding terbalik dengan pergerakan IHSG, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS justru dibuka menguat pada perdagangan Rabu pagi. Berdasarkan data pasar, rupiah menguat 0,09 persen ke level Rp 17.610 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp 17.625 per dolar AS.
Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia bergerak bervariasi. Indeks KOSPI Korea Selatan mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,63 persen ke level 7.067,83, disusul Nikkei 225 Jepang yang naik 0,28 persen dan SSE Composite China yang menguat 0,19 persen. Sebaliknya, indeks Hang Seng Hong Kong terkikis 0,08 persen dan S&P/ASX 200 Australia melemah 0,31 persen.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.