IHSG Melonjak 1,68 Persen ke Level 6.501, Seluruh Sektor Saham Kompak Hijau
Sektor Barang Baku Memimpin Kenaikan di Tengah Penguatan Bursa Asia dan Penguatan Rupiah
Faktakalbar.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan sebesar 1,68 persen ke level 6.501,59 pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Seluruh sektor saham berhasil parkir di zona hijau dengan penguatan terbesar dipimpin oleh sektor barang baku.
Faktakalbar.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif dengan ditutup menguat signifikan pada akhir perdagangan Kamis (20/8/2026). Indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut melonjak sebanyak 107,46 poin atau naik 1,68 persen, sehingga berhasil mengamankan posisi di level 6.501,59.
Penguatan tajam ini sekaligus membalikkan arah pergerakan IHSG yang sempat mengalami pelemahan pada sesi perdagangan sebelumnya. Dominasi sentimen positif tercermin dari pergerakan mayoritas saham di bursa, di mana sebanyak 480 saham mencatatkan kenaikan, 196 saham mengalami penurunan, dan 287 saham lainnya diperdagangkan stagnan.
Berdasarkan data operasional pasar dari BEI, IHSG mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka di level 6.447,25. Sepanjang jam perdagangan berlangsung, indeks bergerak aktif pada rentang batas bawah 6.444,40 hingga menyentuh batas atas di level 6.514,68. Akumulasi nilai kapitalisasi pasar BEI pada penutupan sore hari ini tercatat mencapai sekitar Rp 11.420 triliun. Total volume transaksi saham yang diperdagangkan menyentuh angka 77,08 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 15,75 triliun dari frekuensi perdagangan mencapai 2,262 juta kali.
Laju positif IHSG turut diikuti oleh penguatan seluruh indeks acuan utama lainnya di BEI. Indeks LQ45 tercatat naik 1,80 persen ke posisi 638,74; indeks KOMPAS100 bertambah 2,07 persen menjadi 842,25; serta Jakarta Islamic Index (JII) Melesat paling tinggi sebesar 2,45 persen menuju level 390,27.
Performa solid pasar saham domestik kali ini ditopang oleh penguatan merata di seluruh sektor industri. Sektor barang baku mencatatkan lonjakan tertinggi sekaligus menjadi penguat utama IHSG setelah melesat sebesar 3,46 persen. Sektor barang konsumer non-primer menyusul di posisi berikutnya dengan kenaikan 2,16 persen, disusul sektor perindustrian yang menguat 2,15 persen, serta sektor barang konsumer primer yang tumbuh 1,98 persen.
Selain itu, sektor keuangan mencatatkan apresiasi sebesar 1,49 persen, sektor teknologi naik 1,44 persen, dan sektor energi menguat 1,26 persen. Sektor properti dan real estat turut berkontribusi dengan kenaikan 1,21 persen, sektor kesehatan bertambah 0,98 persen, sektor transportasi dan logistik menguat 0,64 persen, serta sektor infrastruktur naik tipis 0,17 persen.
Di jajaran saham penopang indeks (top gainers) pada konstituen LQ45, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menjadi salah satu pendorong utama setelah melonjak 10,78 persen ke level Rp 565 per saham. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyusul dengan kenaikan 7,97 persen menjadi Rp 4.470, dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) bertambah 7,83 persen ke Rp 2.349 per saham.
Sebaliknya, di deretan saham yang mengalami penekanan (top losser) pada indeks LQ45, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mencatatkan penurunan terbesar yakni 1,75 persen ke posisi Rp 2.250. Saham PT XL SMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) terkoreksi 1,05 persen menjadi Rp 2.830, serta PT Indosat Tbk (ISAT) melemah 0,36 persen ke level Rp 2.730 per saham.
Untuk pergerakan saham secara keseluruhan di pasar reguler, PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) memimpin kenaikan tertinggi sebesar 31,25 persen ke level Rp 84 per saham. Sementara itu, PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) menduduki posisi penurunan terdalam setelah terkoreksi sebesar 12,53 persen ke harga Rp 3.490 per saham.
Penguatan IHSG berlangsung selaras dengan pergerakan mayoritas bursa saham kawasan Asia yang bergerak bervariasi cenderung positif. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 1,36 persen ke posisi 66.216,79; Hang Seng Hong Kong naik 0,80 persen ke 25.698,49; dan SSE Composite China menguat 0,24 persen ke level 3.903,72. Indeks KOSPI Korea Selatan memimpin penguatan di Asia dengan lonjakan tajam 5,89 persen ke 6.852,58, sementara S&P/ASX 200 Australia terangkat 0,33 persen ke 9.083,80. Sebaliknya, indeks Asia Dow tercatat bergerak melemah 1,04 persen ke level 6.311,60.
Dari pasar nilai tukar mata uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada perdagangan sore ini. Mata uang Garuda parkir di posisi Rp 17.748,4 per dolar AS, menguat 92 poin atau naik 0,52 persen dibandingkan posisi pembukaan pagi hari yang berada di level Rp 17.765,8 per dolar AS.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.