faktakalbar

IHSG Sesi I Awal September Menguat Tipis ke Level 6.564, Saham BUMI dan Perbankan Mendominasi

Sektor Industrial dan Energi Jadi Penopang Utama Perdagangan dengan Total Nilai Transaksi Tembus Rp 10,21 Triliun

Faktakalbar.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi pertama di awal bulan September 2026 dengan penguatan tipis 0,60 persen. Pergerakan saham sektor industrial, energi, dan perbankan menjadi motor utama pendorong laju indeks.

Penulis: Rama 📍 Jakarta Tuesday, 01 September 2026 📖 1 menit
IHSG Sesi I Awal September Menguat Tipis ke Level 6.564, Saham BUMI dan Perbankan Mendominasi
Ilustrasi. (Dok. Pixabay)

Faktakalbar.id - Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren positif pada awal bulan September ini. Pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (1/9/2026), IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,60 persen atau setara dengan kenaikan 39,03 poin ke level 6.564,51.

Sejak awal pembukaan perdagangan, indeks saham langsung tancap gas dan sempat menyentuh titik tertingginya di level 6.586,16. Meski demikian, laju IHSG sedikit mengalami penurunan menjelang detik-detik penutupan sesi pertama siang ini.

Berdasarkan data perdagangan, antusiasme pelaku pasar cukup tinggi. Total nilai transaksi pada paruh pertama hari ini tercatat mencapai Rp 10,21 triliun dengan volume perdagangan yang melibatkan 28,49 miliar lembar saham. Mayoritas saham atau sebanyak 385 emiten terpantau menghijau, sementara 221 saham terpaksa parkir di zona merah, dan 183 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga alias stagnan dari level pembukaannya.

Laju positif IHSG pada sesi pertama ini banyak ditopang oleh pergerakan saham dari sektor industrial yang melesat paling tinggi, yakni menguat 2,45 persen. Penguatan ini disusul oleh sektor energi yang ikut naik signifikan sebesar 1,5 persen. Di sisi lain, laju indeks sempat tertahan oleh pelemahan dari sektor teknologi yang terkoreksi tipis 0,09 persen, serta sektor infrastruktur yang merosot 0,26 persen.

Sejumlah saham perusahaan raksasa (blue chip) dan energi menjadi penggerak utama indeks siang ini. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin dengan mencatatkan nilai transaksi paling jumbo, yakni mencapai Rp 1,07 triliun. Menyusul di posisi kedua adalah saham perbankan pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), yang membukukan nilai transaksi sebesar Rp 611,71 miliar.

Selain itu, saham PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) juga menjadi primadona dengan mencetak transaksi senilai Rp 506,78 miliar. Deretan perbankan lainnya turut memanaskan lantai bursa, di antaranya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan transaksi senilai Rp 331,04 miliar, serta bank swasta terbesar di Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 310,40 miliar pada perdagangan paruh pertama ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK