faktakalbar

Ikon Australia yang Jago Tinju: 5 Fakta Unik Kanguru yang Jarang Diketahui

Penulis: Redaksi Wednesday, 14 January 2026 📖 2 menit
Ikon Australia yang Jago Tinju: 5 Fakta Unik Kanguru yang Jarang Diketahui
Faktakalbar.id , LIFESTYLE — Jika mendengar kata Australia, hewan apa yang pertama kali terlintas di benak Anda? Hampir pasti jawabannya adalah Kanguru . Hewan marsupial (mamalia berkantung) ini memang sangat ikonik. Dengan kaki belakang yang kekar dan lompatan yang lincah, kanguru menjadi simbol ketangguhan alam liar benua selatan. Namun, tahukah Anda bahwa di balik citranya yang sering digambarkan "jago tinju", kanguru memiliki kemampuan reproduksi yang canggih dan ekor yang berfungsi sebagai kaki kelima? Baca Juga:  Kerabat Dekat Hiu yang Sering Disalahpahami: 5 Fakta Mengejutkan untuk Mengenal Lebih Dekat Ikan Pari Di balik popularitasnya di kebun binatang dan film kartun, berikut adalah fakta-fakta biologis kanguru yang menakjubkan dan jarang diketahui banyak orang. 1. Satu-satunya Hewan Besar yang Bergerak dengan Melompat Kanguru adalah satu-satunya hewan berukuran besar di dunia yang menggunakan lompatan sebagai cara utama untuk berpindah tempat. Kaki belakang mereka dirancang seperti pegas raksasa. Mekanisme ini sangat efisien secara energi. Semakin cepat mereka melompat, semakin sedikit energi yang mereka butuhkan dibandingkan jika mereka harus berlari. Kanguru merah ( Red Kangaroo ) bahkan bisa melompat dengan kecepatan hingga 70 km/jam untuk jarak pendek! 2. Tidak Bisa Berjalan Mundur Pernahkah Anda melihat kanguru berjalan mundur? Jawabannya pasti tidak. Struktur kaki belakang mereka yang besar dan ekor yang tebal membuat kanguru secara fisik mustahil untuk melangkah mundur. Fakta unik inilah yang menjadi alasan mengapa kanguru dipilih sebagai lambang negara Australia ( Coat of Arms ) bersama burung Emu. Makna filosofisnya adalah: bangsa yang selalu bergerak maju dan tidak pernah mundur. 3. Ekornya Berfungsi Sebagai "Kaki Kelima" Ekor kanguru bukan sekadar hiasan atau penyeimbang saat melompat. Ekor tersebut sangat berotot dan kuat, bahkan mampu menopang seluruh berat badannya. Saat kanguru bergerak lambat (seperti saat merumput), mereka menggunakan ekornya sebagai tumpuan layaknya "kaki kelima". Mereka akan menumpukan berat badan pada ekor dan kedua tangan depan, lalu mengayunkan kedua kaki belakangnya ke depan. Tanpa ekor ini, kanguru akan kesulitan berdiri tegak atau berkelahi. 4. Bisa "Menunda" Kehamilan (Diapause Embrio) Ini adalah kemampuan adaptasi kanguru yang paling ajaib untuk bertahan hidup. Kanguru betina memiliki kemampuan untuk menghentikan perkembangan embrio di dalam rahimnya. Kondisi ini disebut embryonic diapause . Jika kondisi lingkungan sedang buruk (misalnya kemarau panjang atau kurang makanan), atau jika ia masih menyusui bayi lain di dalam kantung, induk kanguru bisa membekukan pertumbuhan janin barunya. Janin tersebut baru akan kembali tumbuh ketika kondisi alam membaik atau kakaknya sudah meninggalkan kantung. 5. Bayi Kanguru Lahir Seukuran Kacang Merah Melihat kanguru dewasa yang tinggi besar dan berotot, sulit dipercaya bahwa mereka lahir dengan ukuran super mini. Bayi kanguru (disebut joey ) lahir saat ukuran tubuhnya baru sekitar 2 sentimeter atau sebesar kacang merah/permen jellybean . Saat lahir, mata mereka buta dan tubuhnya belum berbulu. Namun, dengan insting yang kuat, si bayi mini ini harus merayap memanjat bulu perut ibunya untuk masuk ke dalam kantung dan menyusu. Ia akan tinggal di sana selama berbulan-bulan hingga tumbuh besar. Kanguru adalah mahakarya evolusi . Dari kakinya yang tak bisa mundur hingga rahimnya yang canggih, hewan ini mengajarkan kita tentang adaptasi bertahan hidup di lingkungan yang keras. Baca Juga:  Sering Pusing dan Mudah Lelah? Kenali 5 Penyebab Utama Anemia yang Sering Diabaikan (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK