faktakalbar

Imigrasi Pontianak Edukasi Mahasiswa Cegah Kejahatan Lintas Negara Lewat “Immigration 101”

Penulis: Redaksi Friday, 13 March 2026 📖 2 menit
Imigrasi Pontianak Edukasi Mahasiswa Cegah Kejahatan Lintas Negara Lewat “Immigration 101”
Faktakalbar.id, PONTIANAK — Mobilitas generasi muda melintasi batas negara, baik untuk kepentingan pendidikan, pekerjaan, maupun perjalanan internasional, dinilai semakin tinggi. Merespons fenomena tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak menggelar sosialisasi bertajuk “Immigration 101: Masyarakat Melek Imigrasi” di Hotel Golden Tulip Pontianak, Kamis (12/3/2026). Acara edukasi ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Pontianak serta awak media. Kegiatan ini merupakan langkah proaktif Imigrasi Pontianak untuk memperluas literasi publik terkait sistem keimigrasian Indonesia. Selain itu, sosialisasi ini bertujuan menanamkan kesadaran hukum pada generasi muda sebelum mereka melakukan perjalanan internasional. Baca Juga:  Akademisi UM Pontianak Evaluasi Pelaksanaan TMMD Kubu Raya Pada sesi pembuka, Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (TIKIM) Kantor Imigrasi Pontianak, K. Ephy Fransa , membawakan materi bertajuk “Paspor di Saku, Indonesia di Bahu” . Ia menekankan bahwa paspor bukan sekadar dokumen administratif sebagai syarat perjalanan melintasi batas negara, melainkan juga simbol identitas dan kedaulatan. “Setiap warga negara yang bepergian ke luar negeri membawa nama baik bangsa. Paspor yang kita pegang adalah representasi Indonesia di mata dunia,” tegas Ephy. Selain pemahaman mengenai identitas paspor, kesadaran terhadap prosedur hukum juga menjadi sorotan penting. Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (INTELDAKIM) , Yuris Wibowo Susanto , memaparkan pentingnya pengawasan terhadap keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di wilayah Pontianak dan Kubu Raya. Ia turut memperingatkan mahasiswa akan ancaman serius dari Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) . Baca Juga:  Jaringan Telkomsel di Pontianak Dikeluhkan Lemot Dua Pekan, Warga Sulit Transaksi M-Banking dan Kirim Data Yuris mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah tergiur tawaran bekerja atau bepergian ke luar negeri secara instan tanpa memahami prosedur resmi yang berlaku. “Mahasiswa harus memiliki kesadaran hukum keimigrasian. Banyak kasus TPPO justru berawal dari ketidaktahuan masyarakat akan prosedur yang benar,” ungkapnya. Untuk melengkapi literasi keimigrasian tersebut, peserta juga diajak mengenal kemudahan layanan secara digital. Pejabat Fungsional Tertentu (JFT) Imigrasi Pontianak, Indra Pratama Saputra dan Mario Oktavianus , memandu langsung demonstrasi penggunaan aplikasi M-Paspor . Melalui sesi ini, mahasiswa diajarkan tata cara mengajukan permohonan paspor yang praktis, mulai dari pendaftaran akun hingga proses unggah dokumen persyaratan. Sepanjang kegiatan, suasana diskusi berjalan dinamis. Para peserta tampak antusias melontarkan berbagai pertanyaan seputar prosedur pembuatan paspor, aturan perjalanan luar negeri, hingga berbagai persoalan keimigrasian yang kerap muncul di tengah masyarakat. [caption id="attachment_79093" align="alignnone" width="1517"] Keopala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak, Sam Fernando menyampaikan sambutan dan pemaparan materi dalam kegiatan sosialisasi Immigration 101: Masyarakat Melek Imigrasi di Hotel Golden Tulip Pontianak, Kamis (12/3/2026). (Dok. HO/Faktakalbar.id)[/caption] Melalui program Immigration 101 ini, Kantor Imigrasi Pontianak berharap literasi keimigrasian generasi muda semakin meningkat. Baca Juga:  Apresiasi Dedikasi, Pemkot Pontianak Salurkan Bantuan Biaya Operasional untuk Seribu Guru Ngaji Dengan pemahaman yang memadai, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna layanan yang cerdas, tetapi juga mampu berperan sebagai agen informasi untuk menyebarkan aturan perjalanan internasional yang aman dan sesuai prosedur kepada masyarakat luas. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK