faktakalbar

Imlek dan Ramadan 2026 di Pontianak: Harmoni Lampion dan Ketupat di Kota Khatulistiwa

Penulis: Redaksi Monday, 09 February 2026 📖 2 menit
Imlek dan Ramadan 2026 di Pontianak: Harmoni Lampion dan Ketupat di Kota Khatulistiwa
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Suasana Jalan Gajah Mada dan sejumlah ruas jalan protokol di Kota Pontianak mulai bersolek dengan perpaduan hiasan lampion merah serta ornamen ketupat. Pada tahun 2026 ini, perayaan Imlek dan bulan suci Ramadan hadir hampir bersamaan. Pemerintah Kota Pontianak memastikan kedua perayaan besar ini akan berlangsung secara tenang, khidmat, dan berdampingan dalam semangat saling menghormati. Baca Juga: Sambut Imlek 2577, Pemkot Pontianak Pusatkan Pesta Kembang Api di Jalan Gajah Mada Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyatakan bahwa pengaturan bersama telah dilakukan agar ibadah Ramadan dan perayaan tradisi Imlek dapat berjalan beriringan. Fenomena ini menurutnya menunjukkan jati diri Pontianak sebagai kota multietnis yang memiliki akar toleransi beragama di Pontianak yang sangat kuat dalam kehidupan sehari-hari. “Kami ingin menunjukkan bahwa Pontianak tetap menjadi kota toleran, di mana perayaan keagamaan dan budaya dapat berlangsung berdampingan dengan penuh rasa saling menghargai,” ujar Edi Rusdi Kamtono, Senin (9/2/2026). Hiasan yang menggantung di langit kota bukan sekadar pemanis jalanan. Edi menilai perpaduan lampion dan ketupat adalah representasi visual dari kerukunan warga. Selain nilai budaya, momentum ini diprediksi meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggairahkan sektor kuliner, seperti Festival Kuliner di Jalan Diponegoro. “Perpaduan simbol Imlek dan Ramadan ini mencerminkan kehidupan masyarakat Pontianak yang rukun dalam keberagaman. Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan damai sesuai rencana, serta memberikan dampak ekonomi yang positif bagi kota ini,” katanya. Perayaan Imlek kali ini akan tetap dimeriahkan dengan pesta kembang api di Jalan Gajah Mada. Panitia Cap Go Meh juga telah menyiapkan 49 replika naga, dengan naga terpanjang mencapai 108 meter. Namun, untuk menjaga ketenangan ibadah Ramadan, durasi karnaval naga akan dipersingkat dan koordinasi ketat dilakukan bersama Forkopimda serta aparat keamanan. Baca Juga: Gubernur Pimpin HLM TPID, Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Imlek, Ramadan dan Idulfitri Kondisi kota yang kondusif juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Ibrahim, warga Pontianak Timur, mengaku tetap merasa nyaman menjalankan persiapan Ramadan meskipun keramaian Imlek mulai terasa. Menurutnya, hal ini adalah bentuk pendewasaan sosial warga kota. “Kami tetap bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang. Justru dengan adanya perayaan Imlek, kita semakin belajar saling menghormati dan menjaga toleransi,” tutur Ibrahim. Senada dengan Ibrahim, Tjhang Sau Khiu, warga yang merayakan Imlek, merasa bersyukur karena tradisi leluhurnya tetap bisa dijalankan tanpa mengurangi rasa hormat kepada umat Muslim. Kesadaran untuk menjaga ketenangan selama bulan puasa menjadi prioritas bagi warga keturunan Tionghoa dalam merayakan tahun baru mereka. “Kami merasa dihargai karena tradisi Imlek tetap bisa dirayakan. Di sisi lain, kami juga ikut menjaga agar perayaan tidak mengganggu ibadah Ramadan,” imbuh Tjhang Sau Khiu. Melalui komitmen bersama antara pemerintah dan warga, toleransi beragama di Pontianak diharapkan terus menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia dalam merawat kemajemukan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK