faktakalbar

Indonesia Dorong Skema Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional di UNFF21

Penulis: Redaksi Wednesday, 13 May 2026 📖 1 menit
Indonesia Dorong Skema Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional di UNFF21
Faktakalbar.id, NASIONAL - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen perlindungan keanekaragaman hayati dalam Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) di Markas Besar PBB, New York, Senin (11/5). Dalam forum global tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memaparkan dua pilar strategis nasional yang menjadi fokus penguatan konservasi satwa dan pengelolaan kawasan. Langkah strategis pertama yang diusung adalah pembentukan Satuan Tugas Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik. Baca Juga:  Kemenhut dan Satgas PKH Tutup 55 Lubang Tambang Emas Ilegal di Gunung Halimun Salak Menhut menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan memperkuat tata kelola taman nasional melalui skema pendanaan yang berkelanjutan dan berorientasi jangka panjang. "Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat pengelolaan taman nasional melalui skema pembiayaan yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang. Mekanisme yang dikembangkan mencakup optimalisasi nilai ekonomi karbon serta penguatan ekowisata sebagai instrumen pendukung konservasi," kata Raja Juli Antoni dalam keterangannya, Selasa (12/5). Adapun pilar kedua menekankan pada kebijakan pemanfaatan kawasan yang wajib mengedepankan fungsi ekologis. Raja Juli menggarisbawahi prinsip fundamental dalam pengembangan kawasan konservasi di tanah air. “Pesan utama yang kami bawa adalah 'Ecological Before Tourism'. Fungsi ekologis dan kelestarian biodiversitas harus didahulukan sebelum kita berbicara mengenai pengembangan pariwisata. Ekowisata harus menjadi alat untuk memperkuat konservasi, bukan sebaliknya,” tegasnya. Guna merealisasikan target tersebut, Indonesia secara terbuka mengajak komunitas internasional, lembaga donor, serta sektor swasta global untuk terlibat dalam skema pembiayaan baru ini. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya mencakup aspek pendanaan, tetapi juga menyentuh sisi teknis pengelolaan. “Kami mengundang kemitraan global untuk memperkuat pendanaan dan transfer teknologi dalam pengelolaan taman nasional. Dengan kolaborasi internasional, kita dapat memastikan bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia terjaga demi keseimbangan ekosistem global,” pungkas Raja Juli. Baca Juga:  Kemenhut Ungkap 3,32 Juta Hektare Hutan RI Disulap Jadi Kebun Sawit Ilegal

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK