faktakalbar

Indonesia Kebanjiran Produk Agro China, Wamenperin Ingatkan Dampaknya bagi Industri Nasional

Penulis: Redaksi Thursday, 03 July 2025 📖 2 menit
Indonesia Kebanjiran Produk Agro China, Wamenperin Ingatkan Dampaknya bagi Industri Nasional
Faktakalbar.id, NASIONAL - Indonesia mulai kebanjiran produk agro dari China di tengah memanasnya perang dagang global. Wakil Menteri Perindustrian ( Wamenperin ) Faisol Riza mengungkapkan bahwa Indonesia mengalami lonjakan signifikan impor produk agro dari China. Hal ini terjadi seiring dengan peralihan ekspor China dari Amerika Serikat (AS) akibat ketegangan perdagangan global yang terus meningkat. Baca Juga: Perdagangan Illegal Marak Akibat Ekspor Impor PLBN Entikong Ditutup "Di saat yang sama Indonesia justru mencatat lonjakan impor produk agro dari China sebesar US$ 477 ribu (sekitar Rp 7,72 miliar) atau meningkat 30%," ungkap Faisol dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/6/2025). Data menunjukkan bahwa ekspor produk agro China ke Amerika Serikat turun tajam hingga US$ 1,17 miliar atau setara Rp 18,95 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun, tren ekspor ke Indonesia justru meningkat. Faisol merinci setidaknya ada tujuh jenis produk agro China yang mengalami kenaikan tajam masuk ke pasar Indonesia: HS 23 (limbah industri makanan dan pakan ternak olahan) naik 11,17% HS 03 (ikan dan krustasea) naik lebih dari 100% HS 18 (produk kakao dan olahannya) naik lebih dari 100% HS 09 (kopi, teh, mate, dan rempah-rempah) naik 53,42% HS 48 (kertas dan karton) naik 28,52% HS 19 (sereal, tepung, pati, susu, dan pastry) naik 24,91% HS 44 (produk kayu dan arang kayu) naik 22,46% “Kondisi ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah Indonesia untuk mencermati dampak dari trade diversion terhadap struktur impor nasional. Ini juga bisa menjadi peluang untuk memetakan potensi dan tantangan industri agro di dalam negeri,” jelas Faisol. Ia juga menyoroti kekhawatiran atas tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor baja dan aluminium dari China. Baca Juga: Prabowo: Impor Migas Capai Rp655 Triliun, Targetkan Swasembada Energi Ketergantungan ini bisa menjadi masalah struktural serius di tengah situasi global yang tidak pasti. Pemerintah, kata Faisol, perlu segera merumuskan kebijakan yang memperkuat industri dalam negeri agar tidak terus terjebak dalam ketergantungan jangka panjang terhadap produk impor.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK