faktakalbar

Inflasi Terkendali 2,04 Persen, Gubernur Ria Norsan Sebut Kalbar Masuk Zona Hijau

Penulis: Redaksi Monday, 29 December 2025 📖 2 menit
Inflasi Terkendali 2,04 Persen, Gubernur Ria Norsan Sebut Kalbar Masuk Zona Hijau
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ( Kalbar ) dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah menunjukkan tren positif menjelang akhir tahun 2025. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan , mengumumkan bahwa provinsi ini berhasil masuk dalam kategori zona hijau pengendalian inflasi nasional. Baca Juga: Satgas Pangan Kalbar Temukan Ritel Jual Beras di Atas HET, Teguran Administratif Diberikan Hal tersebut disampaikan Ria Norsan usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dari Ruang DAR Kantor Gubernur, Senin (29/12/2025). Dalam laporannya, Norsan memaparkan data konkret mengenai kondisi ekonomi terkini. Angka inflasi Kalbar tercatat sangat terkendali di level 2,04 persen. Sementara itu, Indeks Perkembangan Harga (IPH) berada di angka 2,01 persen. Angka ini jauh lebih baik jika disandingkan dengan provinsi lain seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mencapai 8,62 persen atau DKI Jakarta di angka 5,10 persen. “Alhamdulillah, Kalimantan Barat saat ini berada di zona hijau dengan inflasi 2,04 persen dan IPH yang sangat terkendali di angka 2,01 persen. Kami sangat optimis dapat menjaga stabilitas harga dan memastikan stok pangan mencukupi bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat dalam menatap pergantian tahun ini,” ujar Ria Norsan. Baca Juga: Jelang Nataru, Sekda Harisson Pastikan Pemprov Kalbar Fokus Kawal Stabilitas Harga Pangan Strategi Gerakan Pangan Murah Keberhasilan menekan angka inflasi ini tidak terlepas dari strategi intervensi pasar yang dilakukan secara masif. Gubernur menjelaskan bahwa pihaknya terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai kabupaten dan kota. Selain itu, pemantauan rutin ke pasar rakyat menjadi kunci untuk mendeteksi lonjakan harga sejak dini. “Langkah konkret sudah kami ambil dengan menggencarkan GPM di berbagai wilayah di Kalimantan Barat, termasuk saya rutin monitoring langsung harga di pasar rakyat untuk memastikan ketersediaan stok dan harga tetap stabil,” tambahnya. Berdasarkan Data Kantor Staf Kepresidenan, dampak dari intervensi ini mulai terlihat pada harga komoditas pokok. Harga beras di Kalbar tercatat mengalami penurunan tipis dari Rp 14.524 menjadi Rp 14.512 per kilogram pada bulan ini. Meski data menunjukkan tren positif atau masuk zona hijau, Gubernur menegaskan tidak akan lengah. Pihaknya berkomitmen terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait untuk memastikan inflasi tetap terjaga di level aman hingga memasuki tahun 2026. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK